Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan tradisional engklek dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 4–5 tahun di RA Nurul Afifah Wringinanom. Permainan engklek dipilih karena aktivitasnya melibatkan gerakan melompat, mengangkat kaki, menjaga keseimbangan, serta koordinasi tubuh yang sangat penting bagi perkembangan motorik anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 13 anak. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik kasar yang cukup signifikan pada setiap siklus. Pada pra-tindakan, hanya 4 dari 13 anak (31%) yang mencapai indikator perkembangan. Pada siklus I terjadi peningkatan menjadi 7 anak (54%), meskipun beberapa anak masih terlihat kurang stabil saat melompat. Pada siklus II, kemampuan anak meningkat lebih optimal menjadi 11 anak (85%), dan mereka mampu melompat dengan satu kaki, mengikuti pola kotak, serta mengoordinasikan gerakan tubuh dengan lebih baik. Dengan demikian, permainan tradisional engklek terbukti efektif sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mampu meningkatkan motorik kasar anak usia dini
Copyrights © 2025