Pendidikan melalui pasraman memegang peran strategis dalam membentuk karakter spiritual generasi muda, khususnya di daerah minoritas seperti Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor sosio-kultural yang menyebabkan rendahnya partisipasi siswa di Pasraman Widya Bhakti Yasa, Desa Alengge Agung, Kabupaten Konawe Selatan. Pasraman yang terdaftar resmi di Kementerian Agama ini melayani siswa SD, SMP, dan SMA dengan sistem pembelajaran tiga sesi akibat keterbatasan tenaga pendidik dan fasilitas (menggunakan wantilan pura). Meski memiliki 120 siswa, minat belajar cenderung menurun, bertolak belakang dengan tujuan awal pendiriannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa faktor penyebab rendahnya partisipasi, antara lain: (1) pengaruh lingkungan sosial yang kurang mendukung, (2) keterbatasan sarana-prasarana, (3) metode pembelajaran kurang variatif, serta (4) kompetensi guru yang perlu ditingkatkan. Temuan ini memberikan gambaran komprehensif tentang tantangan pendidikan agama Hindu di daerah minoritas dan menjadi dasar rekomendasi bagiĀ
Copyrights © 2025