Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman anak yang tumbuh tanpa kehadiran ayah di Kecamatan Sumbang, Banyumas, serta menganalisis dampak psikologis, sosial, dan ekonomi yang mereka alami. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali makna pengalaman individu melalui studi pustaka sebagai metode pengumpulan data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakhadiran ayah berdampak pada munculnya krisis identitas, kesulitan membangun relasi sosial, dan keterbatasan ekonomi keluarga. Meskipun demikian, dukungan keluarga, keterlibatan figur pengganti, dan lingkungan sosial yang suportif terbukti berkontribusi pada peningkatan ketahanan (resiliensi) anak-anak dalam menghadapi tantangan tersebut. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa fatherless merupakan isu multidimensional yang tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berimplikasi pada stabilitas sosial masyarakat. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi strategi intervensi berbasis komunitas yang mampu memperkuat jaringan dukungan emosional bagi anak fatherless
Copyrights © 2026