Ketersediaan data curah hujan yang representatif merupakan faktor penting dalam perencanaan drainase jalan. Namun, keterbatasan jumlah dan sebaran pos hujan sering menjadi kendala dalam analisis hidrologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis curah hujan rencana menggunakan data curah hujan satelit Global Precipitation Measurement (GPM) periode 2015–2024 yang telah tervalidasi terhadap data observasi BMKG di Kabupaten Tanah Laut. Data curah hujan maksimum tahunan dianalisis menggunakan metode analisis frekuensi dengan empat distribusi probabilitas, yaitu Normal, Log Normal, Gumbel, dan Log Pearson Tipe III, untuk periode ulang 5 dan 10 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai curah hujan rencana meningkat seiring bertambahnya periode ulang pada seluruh distribusi. Distribusi Gumbel menghasilkan nilai curah hujan rencana tertinggi dibandingkan metode lainnya, sedangkan distribusi Normal dan Log Pearson Tipe III memberikan nilai yang relatif lebih moderat. Perbedaan hasil antar distribusi menunjukkan pentingnya evaluasi beberapa metode dalam penentuan hujan rencana untuk menghindari underdesign maupun overdesign sistem drainase. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar teknis dalam perencanaan drainase jalan di Kabupaten Tanah Laut dengan memanfaatkan data curah hujan satelit yang telah tervalidasi.
Copyrights © 2026