Rendahnya kemampuan Creative Problem Solving matematis siswa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kebiasaan berpikir siswa yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran Open Approach terhadap kemampuan Creative Problem Solving matematis ditinjau Habits of Mind. Penelitian dilakukan di salah satu SMAN di Jakarta tahun ajaran 2024/2025 menggunakan metode kuantitatif quasi eksperimen dengan sampel 34 siswa kelas eksperimen dan 34 siswa kelas kontrol yang dipilih melalui teknik Cluster Random Sampling, melibatkan variasi tingkat Habits of Mind tinggi dan sedang. Data dikumpulkan melalui tes Creative Problem Solving dan angket Habits of Mind, kemudian dianalisis dengan uji ANOVA 2 jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa yang mengikuti pembelajaran Open Approach memiliki kemampuan Creative Problem Solving lebih tinggi dibandingkan dengan siswa pada pembelajaran konvensional (Direct Instruction), (2) terdapat perbedaan kemampuan Creative Problem Solving berdasarkan tingkat Habits of Mind pada kedua kelas, (3) tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran Open Approach dan tingkat Habits of Mind tinggi dan sedang terhadap kemampuan Creative Problem Solving siswa pada kedua kelas. Model pembelajaran Open Approach dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kemampuan Creative Problem Solving matematis siswa.
Copyrights © 2026