Volume minyak jelantah rumah tangga di Desa Songowareng, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan tergolong tinggi dan sebagian besar masih dibuang ke saluran air sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Selain itu, mitra belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai bahaya penggunaan minyak goreng berulang maupun keterampilan dalam memanfaatkan limbah secara produktif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan produksi lilin aromaterapi berbasis minyak jelantah. Metode yang digunakan meliputi tiga tahapan, yaitu persiapan (observasi kebutuhan dan penyusunan materi), pelaksanaan (penyuluhan dan praktik langsung pembuatan lilin), serta evaluasi dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 65% pada pretest menjadi 85% pada posttest, yang mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan teknis peserta. Selain itu, peserta mampu memproduksi lilin aromaterapi secara mandiri dan menunjukkan minat untuk mengembangkan produk sebagai usaha rumahan. Program ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah domestik sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis rumah tangga melalui produk bernilai tambah.
Copyrights © 2026