Manajemen perbekalan sebelum melakukan penangkapan sangat penting dilakukan, hal ini untuk memastikan ketersediaan kebutuhan dasar dan operasional selama perjalanan tercukupi, terutama mengingat keterbatasan akses untuk mendapatkan suplai tambahan saat berada di laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menelaah jenis, jumlah, dan manajemen perbekalan yang dibawa oleh nakhoda atau awak kapal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - September tahun 2024 di PPS Belawan menggunakan metode deskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan metode pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan perbekalan kapal pancing ulur (handline) mencakup bahan bakar, air bersih, oli/pelumas, alat penangkapan ikan, gas LPG, es balok, dan aneka makanan dengan kebutuhan perbekalan yang akan dibawa bervariasi berdasarkan ukuran kapal, jumlah Anak Buah Kapal (ABK) dan durasi perjalanan. Manajemen perbekalan kapal handline meliputi tahap perencanaan yaitu merencanakan jumlah perbekalan yang akan dibawa sebelum melaut; tahap pengorganisasian berupa pembagian tugas dan tanggung jawab dalam menyediakan perbekalan; tahap pelaksanaan berupa penyediaan perbekalan; dan tahap pengawasan berupa melakukan pengecekan kuantitas dan kualitas kebutuhan perbekalan sebelum melaut hingga semua kebutuhan terpenuhi. Proses pengadaan perbekalan dilakukan 7-10 hari sebelum keberangkatan dengan pengecekan terakhir pada H-1 sebelum keberangkatan.
Copyrights © 2025