Diseminasi kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan humanistik yang menekankan empati, kasih sayang, dan penghargaan terhadap martabat peserta didik sebagai dasar transformasi pembelajaran. Seiring perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI), guru memiliki peluang untuk merancang pembelajaran mendalam (deep learning) yang lebih adaptif dan kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendiseminasikan konsep kurikulum berbasis cinta sekaligus meningkatkan kapasitas guru MTs Muhammadiyah Bantaeng dalam merancang pembelajaran mendalam berbantuan AI. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan konseptual, lokakarya penyusunan perangkat pembelajaran, praktik penggunaan aplikasi AI, serta pendampingan dalam merancang modul ajar dan asesmen autentik. Kegiatan melibatkan guru secara aktif melalui diskusi reflektif dan praktik penyusunan perangkat ajar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru mengenai implementasi kurikulum berbasis cinta serta kemampuan memanfaatkan AI dalam merumuskan tujuan pembelajaran, merancang aktivitas belajar yang variatif, dan mengembangkan asesmen kontekstual. Oleh karena itu, model Love–AI Deep Learning Framework direkomendasikan sebagai strategi penguatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang humanis, adaptif, dan inovatif.
Copyrights © 2026