PT XYZ, perusahaan manufaktur tekstil, menghadapi kendala rendahnya efisiensi tata letak fasilitas yang ditandai dengan jarak perpindahan material yang jauh (mencapai 73,5 meter antara stasiun Sizing dan Weaving A) serta rendahnya utilisasi ruang aktual (34,4%). Kondisi ini menyebabkan tingginya waktu tunggu (idle time) dan beban operasional. Penelitian ini bertujuan merancang ulang tata letak fasilitas untuk meminimalkan jarak perpindahan material, menekan biaya operasional, dan meningkatkan produktivitas melalui integrasi metode Systematic Layout Planning (SLP) dan algoritma BLOCPLAN. Metodologi diawali dengan normalisasi luas area secara bottom-up, mencakup dimensi mesin, ruang pergerakan operator, penumpukan Work-In-Process (WIP), dan area keselamatan. Kedekatan antar-departemen kemudian dipetakan menggunakan Activity Relationship Chart (ARC) pada tujuh departemen produksi utama. Hasil iterasi BLOCPLAN menetapkan Layout 10 sebagai usulan terbaik dengan Adjacency Score 0,72. Implementasi tata letak ini berhasil meningkatkan efisiensi jarak perpindahan sebesar 37,64% (dari 1.898,5 m menjadi 1.184 m per hari). Secara kuantitatif, optimasi ini berdampak pada penghematan waktu perpindahan sebesar 28,05% dan penurunan Ongkos Material Handling (OMH) sebesar 37,65%. Perancangan ulang ini secara efektif mereduksi pemborosan pergerakan dan waktu tunggu, memberikan peningkatan produktivitas yang signifikan bagi PT XYZ
Copyrights © 2026