Permasalahan utama mitra, yaitu Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, adalah rendahnya pemahaman akuntansi dasar dan pencampuran keuangan pribadi dengan usaha, yang menghambat pengelolaan bisnis santri secara profesional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan keterampilan kewirausahaan santri melalui pelatihan pencatatan serta pelaporan keuangan berbasis teknologi. Kegiatan diikuti oleh 30 santri setingkat SMA. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi, praktik penggunaan aplikasi spreadsheet (Microsoft Excel dan Google Sheets), serta evaluasi melalui Pretest dan Posttest. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, penyampaian materi literasi keuangan, pelatihan pencatatan transaksi, penyusunan anggaran usaha, hingga evaluasi hasil pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kompetensi peserta, dengan rata-rata nilai Pretest sekitar 65 meningkat menjadi 83 pada Posttest, atau terjadi peningkatan sekitar 18%. Santri menjadi lebih terampil dalam mencatat transaksi, menyusun laporan laba rugi, serta memisahkan keuangan pribadi dan usaha. Program ini juga menumbuhkan kesadaran pentingnya transparansi keuangan dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada aspek pendidikan berkualitas dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kata kunci: Kewirausahaan, Literasi Keuangan, Pencatatan Akuntansi, Santri, SDGs
Copyrights © 2025