Proses penumpukan batubara dalam waktu yang lama berpotensi menyebabkan swabakar (spontaneous combustion), yaitu kondisi di mana batubara terbakar dengan sendirinya akibat proses oksidasi internal yang memicu peningkatan suhu. Risiko ini meningkat jika suplai oksigen melimpah dan panas tidak dapat dilepaskan secara optimal, yang kemudian menyebabkan pelarian termal hingga terjadi kebakaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan observasi langsung serta pengumpulan data primer dan sekunder. Pengukuran kecepatan angin dilakukan pukul 11.00 WITA selama lima hari dari empat arah berbeda dan diketahui angin dominan berasal dari arah utara ke selatan. Suhu batubara terus meningkat dari hari ke hari, khususnya pada titik 4 yang menunjukkan suhu tertinggi secara konsisten mencapai 50°C di hari ke-5, meskipun suhu cuaca tidak menunjukkan konsisten naik. Hal ini menunjukkan adanya reaksi oksidasi internal. Kandungan total moisture sebesar 65,74% dan volatile matter 29,62% pada batubara di PT Berau Jaya Energy memperparah kondisi. Kombinasi antara kadar air tinggi, kandungan volatile yang besar, serta paparan angin mempercepat oksidasi dan meningkatkan risiko swabakar, sehingga dibutuhkan upaya mitigasi yang tepat.
Copyrights © 2025