Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya implementasi pembelajaran coding pada pendidikan anak usia dini akibat keterbatasan fasilitas teknologi serta belum optimalnya pengembangan kemampuan computational thinking dan problem-solving anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pembelajaran unplugged coding berbasis permainan Peta Safaridalam meningkatkan kemampuan computational thinking dan problem-solving anak usia dini pada konteks sekolah multikultural dan homogen. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan studi kasus terhadap 30 anak kelompok B yang berasal dari TK Negeri Pembina Arut Utara dan TK ABA Pangkalan Banteng. Penelitian dilaksanakan selama empat minggu melalui aktivitas unplugged coding tanpa perangkat digital. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi terstruktur dan lembar penilaian perkembangan anak, sedangkan analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (Sig. > 0,05) dan uji homogenitas menunjukkan varians data homogen (Sig. > 0,05). Hasil paired sample t-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan computational thinking dan problem-solving anak setelah perlakuan (Sig. < 0,05). Selanjutnya, hasil independent sample t-test menunjukkan perbedaan capaian perkembangan antara sekolah multikultural dan homogen secara signifikan (Sig. < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran unplugged coding efektif meningkatkan kemampuan berpikir komputasional, kemampuan menyusun algoritma sederhana, serta strategi pemecahan masalah anak melalui pengalaman belajar konkret berbasis permainan tanpa ketergantungan pada teknologi digital. Penelitian ini memperkuat bahwa coding pada pendidikan anak usia dini dapat diimplementasikan secara inklusif, kontekstual, dan sesuai prinsip belajar melalui bermain.
Copyrights © 2026