Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap pembentukan karakter religius siswa dan mengidentifikasi faktor-faktor dominan dalam pengajaran PAI di SDN Sukamaju 04 di Kabupaten Bandung. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah divalidasi yang diberikan kepada 120 siswa kelas empat hingga enam menggunakan stratified random sampling. Data dianalisis melalui regresi linier berganda dan uji-t sampel independen. Hasilnya mengungkapkan bahwa 61,4% varians dalam karakter religius siswa dijelaskan oleh efek gabungan dari metode pengajaran PAI, dukungan keluarga, dan lingkungan sekolah (R² = 0,614). Pembentukan kebiasaan muncul sebagai prediktor paling signifikan (β = 0,481; p < 0,001), diikuti oleh dukungan keluarga (β = 0,327; p = 0,002). Analisis komparatif mengungkap perbedaan signifikan dalam karakter religius antara siswa dengan dukungan keluarga yang kuat (M = 82,4) dan mereka yang memiliki dukungan keluarga yang lemah (M = 68,7; t = 3,891; p < 0,001). Temuan ini menggarisbawahi peran PAI dalam menumbuhkan praktik ibadah yang konsisten—85% siswa melaporkan menjalankan salat lima waktu secara teratur—sementara menyoroti tantangan dalam penerapan nilai-nilai muamalah, dengan hanya 65% siswa yang menunjukkan kompetensi dalam domain ini. Studi ini menyimpulkan bahwa mengintegrasikan model Triangulasi Habituasi dan pendekatan pedagogis kontekstual ke dalam kurikulum PAI sangat penting untuk mengoptimalkan pengembangan karakter religius di sekolah dasar negeri. Secara teoritis, studi ini merekomendasikan revisi model pengembangan moral Kohlberg untuk memasukkan dimensi spiritualitas Islam.
Copyrights © 2025