Di tengah era Industri 4.0, instansi pemerintah didorong untuk meningkatkan kinerja karyawan guna kelancaran pelaksanaan tugas organisasi di tempat kerja. Studi ini mempunyai tujuan guna mengkaji pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap pencapaian kinerja di BAPPEDA Kabupaten Karawang, baik secara terpisah ataupun simultan. Metode kuantitatif diterapkan dengan mengambil seluruh 50 karyawan sebagai sampel yang representatif. Data dihimpun melalui kuesioner serta dokumentasi, kemudian diolah memakai analisis regresi linier sederhana dan berganda. Temuan studi memperlihatkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh parsial sebesar 47,9 persen, sementara motivasi kerja memiliki pengaruh parsial sebesar 39,6 persen. Secara bersamaan, kombinasi keduanya berkontribusi sebesar 72,6 persen terhadap kinerja. Namun, motivasi kerja dianggap menimbulkan dampak yang jauh lebih dominan dibandingkan budaya organisasi. Hasil akhir penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara budaya yang kuat serta motivasi yang tinggi sangat penting dan esensial untuk mendorong perbaikan berkelanjutan dalam kinerja karyawan di hadapan tantangan yang semakin kompleks dan dinamis.
Copyrights © 2026