Penguatan nilai-nilai moderasi beragama menjadi kebutuhan mendesak di tengah masyarakat yang majemuk, khususnya di Desa Kramat, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Pengabdian ini bertujuan memberikan pendampingan kepada tenaga pendidik dan masyarakat sekitar Madrasah Al-Hafidz dalam menghadapi tantangan konflik ideologi antar-Ormas Islam. Pendekatan kolaboratif melibatkan empat organisasi masyarakat Islam (Ormas) yang aktif di desa tersebut sebagai fasilitator edukasi moderasi. Program ini terdiri dari tahapan pendampingan, demo edukasi, dan evaluasi internal guna membentuk sikap saling menghormati antar-ormas. Ditemukan bahwa konflik ideologi seringkali dipicu oleh doktrin eksklusif, sikap berlebihan terhadap satu Ormas, serta minimnya pemahaman terhadap keragaman dalam Islam. Tantangan era digital turut memperparah kondisi ini, terutama di kalangan usia dini. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan aktif pemerintah daerah dan provinsi dalam membentuk kelompok kerja (pokja) serta menyusun program pendampingan yang sistematis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa moderasi beragama dapat diperkuat melalui sinergi antara tokoh masyarakat, pendidik, dan Ormas, untuk menciptakan suasana toleransi dan kerukunan dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat.
Copyrights © 2026