Komunitas Gamelan Desa Jarum, Bayat, Jawa Tengah memiliki potensi besar sebagai pelaku wisata budaya, namun menghadapi keterbatasan kapasitas dalam literasi digital, kemampuan Bahasa Inggris, dan manajemen pariwisata. Kondisi ini berdampak pada rendahnya promosi digital, keterbatasan komunikasi dengan wisatawan mancanegara, serta belum optimalnya pengelolaan pertunjukan gamelan sebagai produk wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas komunitas gamelan melalui program pelatihan terintegrasi yang mencakup literasi digital, English for Gamelan Players, dan manajemen pariwisata berbasis kearifan lokal. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pelatihan berjenjang dan praktik kontekstual yang disesuaikan dengan karakteristik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam memanfaatkan media digital untuk promosi, peningkatan kepercayaan diri dalam berkomunikasi sederhana menggunakan Bahasa Inggris, serta pemahaman yang lebih baik terhadap pengelolaan kegiatan wisata budaya. Selain itu, evaluasi pelaksanaan kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang tinggi dan peningkatan kualitas pelaksanaan pada sesi lanjutan. Kegiatan ini berdampak langsung pada meningkatnya kesiapan Komunitas Gamelan Desa Jarum dalam mendukung pengembangan desa wisata berbasis budaya lokal serta memperkuat peran komunitas seni sebagai aktor utama dalam ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026