Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang memicu komplikasi pada hati dan ginjal melalui mekanisme stres oksidatif. Tanaman Puspa (Schima wallichii (D.C) Korth) mengandung senyawa bioaktif antioksidan seperti flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai agen antidiabetes. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi toksisitas akut serta efek protektif ekstrak etanol ranting S. wallichii terhadap gambaran histopalogi hati dan ginjal mencit (Mus musculus) yang diinduksi aloksan. Mencit jantan diinduksi aloksan 150 mg/kgBB secara intraperitoneal, kemudian diberikan ekstrak secara oral dengan dosis 98 mg/kgBB (P1) dan 196 mg/kgBB (P2). Parameter yang diamati meliputi berat badan, kadar glukosa darah, gejala toksisitas klinis, serta perubahan mikroskopis jaringan hati dan ginjal. Hasil menunjukkan tidak terdapat mortalitas maupun gejala toksik berat selama 14 hari pengamatan, sehingga nilai LD₅₀ semu dikategorikan praktis tidak toksik (>196 mg/kgBB). Secara histopatologis, kelompok P2 menunjukkan perbaikan signifikan pada jaringan hati (p < 0,05) yang ditandai dengan penurunan derajat degenerasi dan nekrosis. Pada ginjal terdapat tren penurunan skor kerusakan secara deskriptif, namun belum menunjukkan perbedaan bermakna secara statistik (p > 0,05). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak ranting S. wallichii aman pada dosis uji, efektif memperbaiki kerusakan hati (hepatoprotektif), serta memiliki potensi nefroprotektif terbatas pada model mencit diabetes.
Copyrights © 2026