Masalah bau badan merupakan hal umum yang disebabkan oleh aktivitas bakteri pada tubuh, khususnya Staphylococcus epidermidis, dan dapat mengganggu kenyamanan. Deodoran adalah salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini. Namun, sebagian besar deodoran di pasaran mengandung bahan kimia seperti aluminium, paraben, dan triclosan yang dapat menimbulkan risiko kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif deodoran berbahan alami yang aman dan efektif, salah satunya dari daun jamblang (Syzygium cumini) yang diketahui mengandung senyawa flavonoid dengan potensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah fraksi etil asetat daun jamblang dapat diformulasikan menjadi sediaan deodoran spray yang stabil secara fisika dan kimia, serta untuk mengetahui konsentrasi yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan empat formula (F0, FI, FII, dan FIII), yang kemudian dievaluasi stabilitas fisikokimianya serta diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi cakram. Hasil menunjukkan bahwa semua formula stabil secara fisika dan kimia. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan F0 tidak aktif, FI menghasilkan zona hambat 8,8 mm (sedang), FII sebesar 11,4 mm, dan FIII sebesar 13,88 mm (kuat). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat daun jamblang dapat diformulasikan sebagai deodoran spray alami yang stabil dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis.
Copyrights © 2026