Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Peningkatan Trombosit pada Mencit Jantan (Mus musculus) yang diinduksi Kloramfenikol Idris, Zulfiah; SR, Muhammad Asri; Wahyuningsih, Sri; Sudirman, Agriawan; Kartika, Amaliah
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 4, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v4i2.488

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap peningkatan trombosit pada mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi kloramfenikol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun pepaya serta dosis efektifnya dalam meningkatkan jumlah trombosit pada mencit jantan yang diinduksi kloramfenikol. Pada penelitian ini dilakukan perlakuan pertama pemberian pakan selama 14 hari, perlakuan kedua dengan pemberian kloramfenikol dosis 30mg/30g BB peroral selama 7 hari dan pakan standar selama 7 hari, perlakuan ketiga pemberian kloramfenikol dosis 30mg/30g BB peroral dan ekstrak etanol daun pepaya 1,5% selama 7 hari, perlakuan keempat pemberian kloramfenikol dosis 30mg/30g BB peroral dan ekstrak etanol daun pepaya 3% selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pepaya menunjukkan efek dalam meningkatkan jumlah trombosit pada mencit jantan yang diinduksi kloramfenikol.Research has been conducted on the activity test of ethanol extract from papaya leaves (Carica papaya L.) on increasing platelet count in male mice (Mus musculus) induced with chloramphenicol. The purpose of this study was to determine the effect of ethanol extract from papaya leaves and its effective dosage in increasing platelet count in male mice induced with chloramphenicol. In this study, the first treatment involved feeding for 14 days, the second treatment involved administering chloramphenicol at a dose of 30mg/30g body weight orally for 7 days along with standard feed for 7 days, the third treatment involved administering chloramphenicol at a dose of 30mg/30g body weight orally along with 1.5% ethanol extract of papaya leaves for 7 days, and the fourth treatment involved administering chloramphenicol at a dose of 30mg/30g body weight orally along with 3% ethanol extract of papaya leaves for 7 days. The results showed that the ethanol extract of papaya leaves exhibited an effect in increasing platelet count in male mice induced with chloramphenicol.
Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Deodoran Spray Fraksi Etil Asetat Daun Jamblang (Syzygium Cumini) Terhadap Staphylococcus epidermidis Nurhikmah, Nurhikmah; SR, Muhammad Asri; Wahid, Hilmiati; Suryanita, Suryanita; Auliah, Nielma
Archives Pharmacia Vol 8, No 1 (2026): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v8i1.9874

Abstract

Masalah bau badan merupakan hal umum yang disebabkan oleh aktivitas bakteri pada tubuh, khususnya Staphylococcus epidermidis, dan dapat mengganggu kenyamanan. Deodoran adalah salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini. Namun, sebagian besar deodoran di pasaran mengandung bahan kimia seperti aluminium, paraben, dan triclosan yang dapat menimbulkan risiko kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif deodoran berbahan alami yang aman dan efektif, salah satunya dari daun jamblang (Syzygium cumini) yang diketahui mengandung senyawa flavonoid dengan potensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah fraksi etil asetat daun jamblang dapat diformulasikan menjadi sediaan deodoran spray yang stabil secara fisika dan kimia, serta untuk mengetahui konsentrasi yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan empat formula (F0, FI, FII, dan FIII), yang kemudian dievaluasi stabilitas fisikokimianya serta diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi cakram. Hasil menunjukkan bahwa semua formula stabil secara fisika dan kimia. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan F0 tidak aktif, FI menghasilkan zona hambat 8,8 mm (sedang), FII sebesar 11,4 mm, dan FIII sebesar 13,88 mm (kuat). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat daun jamblang dapat diformulasikan sebagai deodoran spray alami yang stabil dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis.
PENGEMBANGAN FORMULASI EMULGEL FRAKSI n-HEKSAN DAUN MIANA (Coleus scutellarioides) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Propionibacterium acnes PENYEBAB JERAWAT (Acne vulgaris) Auliah, Nielma; Bachri, Nurjannah; SR, Muhammad Asri; Nurfatma, Nurfatma
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v6i1.431

Abstract

Acne (Acne vulgaris) is a condition where the skin experiences inflammation in the polysebaceous unit which is triggered by Propionibacterium acnes. Miana leaves (Coleus scutellarioides) contain alkaloid and terpenoid compounds which can act as antibacterials. This research aims to determine whether the n-hexane fraction of Miana leaves (C. scutellarioides) can be formulated in the form of a physically and chemically stable emulgel preparation, to determine whether the n-hexane fraction of Miana leaves (C. scutellarioides) has activity against P. acnes. as a cause of acne (A. vulgaris) and to determine the formula with an effective concentration in inhibiting the growth of P. acnes. This research is a form of laboratory experimentation. The n-Hexane fraction of miana leaves was obtained by fractionation. Antibacterial activity testing was carried out using the well method. The results obtained were physically and chemically stable emulgel formulas, namely F0 and F1. The inhibition zone of F1 is 16.46 mm (strong), F2 is 14.40 mm (strong), F3 is 16.78 mm (strong) and F0 has no antibacterial activity. The formula with a concentration of 12.5% was the most effective in inhibiting the growth of P. acnes, namely 16.78 mm. From the results of this research, it was found that the n-Hexane fraction of Miana leaves (C. scutellarioides) has strong antibacterial activity against P. acnes and can be formulated in the form of an emulgel dosage form.