Indonesian people are still relatively low regarding financial literacy issues. Based on OJK data (2019), the financial literacy index in Indonesia in 2016 was 29.7 percent and then increased in 2019 to 38.03 percent. Lack of financial literacy can lead to financial decision- making errors and adversely affect personal financial management. This activity was held on Saturday, June 15, 2025 at the Jajar Tunggal Village Hall, Wiyung District, Surabaya City, with a total of 32 PKK women and housewives participating. This activity has the main objective of improving household financial literacy and management skills. The material presented refers to the concept of financial literacy such as important benefits, namely knowing the financial condition clearly, preventing wasteful behavior, helping future planning, and educating families to be aware of the importance of money management from an early age. Participants were also introduced to the Money+ application, a simple financial recording application. The results of the activity showed that out of a total of 32 mothers who participated in the training, 27 people (84%) downloaded and tried to use the Money+ application on the spot. The participants not only gained a new understanding of the importance of financial literacy, but were also motivated to apply it immediately. Thus, this community service program succeeded in improving financial literacy as well as shaping wiser and more planned financial behavior among PKK mothers. Masyarakat Indonesia masih tergolong rendah mengenai masalah literasi keuangan. Berdasarkan data OJK (2019) indeks literasi keuangan di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 29,7 persen selanjutnya meningkat pada tahun 2019 yaitu sebesar 38,03 persen. Kurangnya literasi keuangan dapat mengakibatkan kesalahan pengambilan keputusan keuangan dan berpengaruh buruk terhadap manajemen keuangan pribadi. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 15 Juni 2025 di Balai Kelurahan Jajar Tunggal, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya, dengan jumlah peserta sebanyak 32 orang ibu PKK dan ibu rumah tangga . Kegiatan ini memiliki tujuan utama, yakni meningkatkan literasi dan keterampilan pengelolaan keuangan rumah tangga. Materi yang disampaikan mengacu pada konsep literasi keuangan seperti manfaat penting, yaitu mengetahui kondisi keuangan secara jelas, mencegah perilaku boros, membantu perencanaan masa depan, serta mendidik keluarga untuk sadar pentingnya pengelolaan uang sejak dini. Peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi Money+, sebuah aplikasi pencatat keuangan yang sederhana. Hasil kegiatan diketahui dari total 32 ibu-ibu yang mengikuti pelatihan, sebanyak 27 orang (84%) mengunduh dan mencoba menggunakan aplikasi Money+ di tempat. Para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya literasi keuangan, tetapi juga termotivasi untuk langsung mengaplikasikannya. Dengan demikian, program pengabdian ini berhasil meningkatkan literasi keuangan sekaligus membentuk perilaku keuangan yang lebih bijak dan terencana di kalangan ibu-ibu PKK.
Copyrights © 2026