Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor manajemen risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek pembangunan penambahan bagian sayap kiri dan kanan Kantor DPRD Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan studi kasus dan penerapan metode Hazard and Operability Study (HAZOP). Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan matriks risiko berdasarkan nilai likelihood dan consequence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 32 variabel risiko yang teridentifikasi, sebanyak 21 variabel (65,6%) tergolong dalam kategori risiko rendah (Low), 10 variabel (31,3%) masuk dalam kategori risiko sedang (Moderate), dan 1 variabel risiko (3,1%) berada dalam kategori tinggi (High) yang berasal dari pekerjaan pembesian. Secara umum, mayoritas risiko yang teridentifikasi masih dapat dikendalikan dengan baik, namun perlu peningkatan pengawasan dan pelatihan bagi pekerja. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi implementasi sistem K3, peningkatan promosi dan edukasi keselamatan kerja, serta pelaksanaan evaluasi dan audit K3 secara berkala guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
Copyrights © 2026