Penelitian ini bertujuan untuk memaknai nyanyian Onang-onang dalam tradisi pernikahan Mangompa Manuk pada masyarakat Mandailing di Kabupaten Tapanuli Selatan. Tradisi Mangompa Manuk merupakan salah satu ritual adat yang sarat dengan nilai simbolis, khususnya berkaitan dengan harapan terhadap keturunan dan keberkahan hidup rumah tangga, yang diiringi oleh nyanyian Onang-onang sebagai media penyampaian pesan moral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka dan wawancara terhadap informan sebagai sumber data utama. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori tradisi lisan Ruth Finnegan yang menekankan pemaknaan berdasarkan konteks sosial budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyanyian Onang-onang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukatif yang memuat nilai-nilai moral, nasihat kehidupan, serta penguatan ikatan sosial dalam masyarakat. Selain itu, tradisi ini merepresentasikan identitas budaya Mandailing yang tetap bertahan di tengah dinamika modernisasi, meskipun terdapat perbedaan pandangan dalam perspektif keagamaan. Oleh karena itu, nyanyian Onang-onang dan tradisi Mangompa Manuk memiliki peran penting dalam pelestarian kearifan lokal.
Copyrights © 2026