Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce pada Sistem Tanda di SUN Plaza Mall Medan Laila Adisti Aulia; Nabila Aswari Lubis; Rachel Esteria Siagian; Ruth Sofia Rolenza Lumbanraja; Wina Etami; M. Oky Fardian Ghafari; Syairal Fahmy Dalimunthe
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): JUNI: Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/4dykan26

Abstract

Penelitian ini mengkaji keberadaan sistem tanda dalam ruang publik Sun Plaza Mall Medan sebagai wujud komunikasi nonverbal yang membangun makna serta menyampaikan ideologi dalam kehidupan masyarakat kota. Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana tanda-tanda di Sun Plaza menampilkan komunikasi visual melalui tiga kategori tanda menurut Peirce yaitu ikon, indeks, dan simbol. Tujuan penelitian ini ialah mengidentifikasi ragam dan fungsi tanda dalam pembentukan struktur komunikasi serta nilai-nilai ideologis yang terkandung di ruang publik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Data diperoleh melalui dokumentasi visual terhadap sepuluh objek tanda yang tersebar di berbagai titik mall, serta ditunjang dengan kajian pustaka sebagai data sekunder. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanda-tanda seperti logo, petunjuk arah, simbol keselamatan, dan tanda larangan berperan sebagai alat komunikasi visual yang tidak hanya menyampaikan pesan informatif, tetapi juga sarat nilai-nilai ideologis seperti kapitalisme, keamanan, efisiensi, dan ketertiban sosial. Sun Plaza dipahami sebagai ruang semiotik yang membentuk cara pandang dan kesadaran masyarakat terhadap ruang publik. 
Sarkasme dan Ketidaksantunan Verbal dalam Tren ‘Asbun’ Komentar Tiktok @Puttriipaddang Laila Adisti Aulia; Nabila Aswari Lubis; Rachel Esteria Siagian; Ruth Sofia Rolenza Lumbanraja; Wina Etami; Ita Khairani; M. Oky Fardian Ghafari
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): JUNI: Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/79m7zr77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi sarkasme dan bentuk ketidaksantunan verbal dalam tren “asbun” (asal bunyi) pada komentar TikTok, dengan fokus pada akun @puttriipaddang. Kajian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya penggunaan komentar sarkastik dan impulsif di ruang digital yang mengaburkan batas antara humor dan ujaran yang merugikan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatik dan sosiolinguistik. Data diperoleh melalui dokumentasi digital dan purposive sampling terhadap komentar-komentar yang viral dan mengandung unsur sarkasme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarkasme digunakan sebagai strategi komunikasi untuk menyindir, mempermalukan, atau menunjukkan superioritas sosial. Selain itu, bentuk-bentuk ketidaksantunan verbal dalam komentar asbun cenderung menyerang face pengguna lain dan mencerminkan pergeseran nilai dalam komunikasi digital. Fenomena ini memperlihatkan bahwa komentar di media sosial tidak lagi sekadar sarana ekspresi, melainkan juga ajang negosiasi identitas dan kekuasaan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya literasi pragmatik dalam penggunaan bahasa di ruang publik daring guna mencegah kekerasan verbal terselubung yang semakin dilazimkan. 
MEMAKNAI NYANYIAN ONANG-ONANG DALAM TRADISI PERNIKAHAN MANGOMPA MANUK PADA MASYARAKAT KABUPATEN TAPANULI SELATAN Laila Adisti Aulia; Nabila Aswari Lubis; Rachel Esteria Siagian; Ruth Sofia Rolenza Lumbanraja; Wina Etami; Tomi Arianto
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaknai nyanyian Onang-onang dalam tradisi pernikahan Mangompa Manuk pada masyarakat Mandailing di Kabupaten Tapanuli Selatan. Tradisi Mangompa Manuk merupakan salah satu ritual adat yang sarat dengan nilai simbolis, khususnya berkaitan dengan harapan terhadap keturunan dan keberkahan hidup rumah tangga, yang diiringi oleh nyanyian Onang-onang sebagai media penyampaian pesan moral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka dan wawancara terhadap informan sebagai sumber data utama. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori tradisi lisan Ruth Finnegan yang menekankan pemaknaan berdasarkan konteks sosial budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyanyian Onang-onang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukatif yang memuat nilai-nilai moral, nasihat kehidupan, serta penguatan ikatan sosial dalam masyarakat. Selain itu, tradisi ini merepresentasikan identitas budaya Mandailing yang tetap bertahan di tengah dinamika modernisasi, meskipun terdapat perbedaan pandangan dalam perspektif keagamaan. Oleh karena itu, nyanyian Onang-onang dan tradisi Mangompa Manuk memiliki peran penting dalam pelestarian kearifan lokal.