Penelitian yang berbasis pengabdian ini bertujuan mengetahui persepsi para guru setelah pelaksanaan workshop tentang dampak pemberian feedback atas kesalahan siswa dalam menulis terhadap well-being dan motivasi siswa dengan menggunakan pendekatan student-centered learning, yaitu sebuah model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam mengetahui dan memahami kesalahannya. Kegiatan ini melibatkan 22 responden dan mereka harus mengisi kuesioner terkait topik di atas setelah workshop. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan sangat setuju dan sebagian kecil (sekitar 16%) menyatakan setuju kalau model pemberian feedback dengan menggunakan pendekatan student-centered learning ini mampu menciptakan well-being siswa dan meningkatkan motivasi siswa dalam memahami kesalahan tulisan mereka. Alasan utama para respondent tersebut adalah bahwasanya pendekatan student-centered learning mampu menciptakan hubungan yang harmonis antara guru dan siswa, menjaga harga diri siswa, antusiasme siswa yang meningkat dan siswa berusaha aktif memahami kesalahan dengan scaffolding guru. Temuan ini mengimplikasikan bahwa model pemberian feedback dengan pendekatan student-centered approach sangat disarankan untuk digunakan dalam praktik pembelajaran khususnya ketika memberi corrective feedback.
Copyrights © 2026