Pubertas merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan terjadinya menstruasi pertama atau menarche. Di Indonesia, sekitar 40,33% remaja putri mengalami menarche pada usia rata-rata 12 tahun, sehingga sebagian siswi sekolah dasar sudah mulai memasuki fase tersebut. Menarche yang terjadi pada usia dini, ketika anak belum memiliki kematangan psikologis dan pengetahuan yang cukup mengenai menstruasi, dapat menimbulkan kecemasan dalam menghadapi pubertas. Kurangnya pemahaman tentang menstruasi juga berpotensi menyebabkan remaja putri belum mampu melakukan manajemen menstruasi dengan baik, sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada organ reproduksi. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesiapan menghadapi menarche adalah melalui edukasi menggunakan Digital Smart Pocket Book. Media ini mengintegrasikan konsep buku saku dengan teknologi digital sehingga informasi dapat diakses secara praktis melalui berbagai perangkat seperti ponsel, tablet, atau laptop. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SD Kartika XIX-5 Baros, Kota Cimahi, dengan melibatkan 31 siswi yang belum mengalami menstruasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi. Pemeriksaan kadar hemoglobin juga menemukan 9 siswi mengalami anemia dan diberikan tablet tambah darah. Selain itu, dilakukan kaderisasi monitoring kepada pihak sekolah agar program edukasi dapat dilanjutkan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026