Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Algoritma K-Medoids dan K-Means untuk Pengelompokkan Wilayah Sebaran Cacat pada Anak Marlina, Dini; lina, Nure; Fernando, Andri; Ramadhan, Aditya
Jurnal CoreIT: Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Vol 4, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.087 KB) | DOI: 10.24014/coreit.v4i2.4498

Abstract

Usia dibawah 18 tahun merupakan usia yang baik dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental pada seseorang. Pertumbuhan dan perkembangan yang baik akan menjadi modal bagi kelangsungan anak sebagai generasi penerus yang baik. Namun, seorang anak yang dilahirkan dalam keadaan cacat fisik yang berat beresiko untuk mengalami stress dan hambatan penyesuaian. Dinas Sosial Provinsi Riau mengaku fasilitas yang diberikan kepada penyandang cacat masih rendah. Selain itu, angka penyandang cacat di Provinsi Riau lebih dari 11 ribu tersebar di seluruh Kabupaten/ Kota di Provinsi Riau. K-Medoids mampu melakukan pengelompokan pada data sebaran anak cacat yang ada pada Provinsi Riau. Klaster yang dihasilkan pada penelitian ini adalah berjumlah tiga klaster. Validitas yang digunakan pada penelitian ini adalah validitas Silhoutte Coefficient Adapun nilai validitas yang dihasilkan pada algoritma K-Medoids adalah sebesar 0.5009. Sedangkan nilai validitas yang dihasilkan pada algoritma K-Means adalah 0.1443. Hal ini menunjukkan bahwa algoritma K-Medoids lebih baik dalam melakukan pengelompokan pada data sebaran Anak Cacat dibandingkan dengan algoritma K-Means.
PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN POSYANDU BERBASIS DIGITAL UNTUK MENDUKUNG KABUPATEN BANDUNG BARAT MENUJU ZERO NEW STUNTING Rahmiyati, Ayu Laili; Susilowati; Akmal, Dzul; Marlina, Dini
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia, Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 21,6%. Kabupaten Bandung Barat menempati urutan ketiga tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Posyandu memiliki peran penting dalam mendeteksi dan menangani stunting. Namun, pencatatan manual di Posyandu Gelatik RW 12 menghambat kecepatan dan akuratan pelaporan data. Tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah sosialisasi pencatatan dan pelaporan data stunting berbasis digital. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan Google Form, serta pendampingan dalam implementasi sistem. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan kader menggunakan teknologi digital, dengan 85% kader mampu melakukan pencatatan secara digital. Waktu pengolahan data yang semula memakan waktu hingga tiga hari berkurang menjadi satu hari dengan akurasi lebih tinggi. Pembahasan menunjukkan bahwa sistem ini mempercepat akses dan analisis data, meminimalkan kesalahan pencatatan, serta mempermudah proses pengambilan keputusan. Kesimpulannya, penerapan sistem ini efektif dalam meningkatkan efisiensi posyandu. Saran untuk pengembangan selanjutnya adalah memperluas implementasi ke posyandu lain dan memperkuat infrastruktur teknologi.
Permen: Edukasi dan Skrining Persiapan Menarche Menggunakan Digital Smart Book Pocket pada Siswi SD XIX-5 Baros, Kota Cimahi Simatupang, Sophia; Marlina, Dini
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma (in Progress)
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1304

Abstract

Pubertas merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan terjadinya menstruasi pertama atau menarche. Di Indonesia, sekitar 40,33% remaja putri mengalami menarche pada usia rata-rata 12 tahun, sehingga sebagian siswi sekolah dasar sudah mulai memasuki fase tersebut. Menarche yang terjadi pada usia dini, ketika anak belum memiliki kematangan psikologis dan pengetahuan yang cukup mengenai menstruasi, dapat menimbulkan kecemasan dalam menghadapi pubertas. Kurangnya pemahaman tentang menstruasi juga berpotensi menyebabkan remaja putri belum mampu melakukan manajemen menstruasi dengan baik, sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada organ reproduksi. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesiapan menghadapi menarche adalah melalui edukasi menggunakan Digital Smart Pocket Book. Media ini mengintegrasikan konsep buku saku dengan teknologi digital sehingga informasi dapat diakses secara praktis melalui berbagai perangkat seperti ponsel, tablet, atau laptop. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SD Kartika XIX-5 Baros, Kota Cimahi, dengan melibatkan 31 siswi yang belum mengalami menstruasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi. Pemeriksaan kadar hemoglobin juga menemukan 9 siswi mengalami anemia dan diberikan tablet tambah darah. Selain itu, dilakukan kaderisasi monitoring kepada pihak sekolah agar program edukasi dapat dilanjutkan secara berkelanjutan.