Abstrak Kepemimpinan modern sering kali terperangkap dalam pendekatan manajerial yang pragmatis, mengabaikan landasan filsafat ilmu yang penting bagi pengambilan keputusan yang bermartabat dan berkelanjutan. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada kerangka konseptualnya, yang secara jelas menghubungkan struktur berpikir ilmiah dengan komponen yang paling mendasar dari karakter pemimpin yaitu berpikir kritis, menjaga komitmen, dan bersikap humanis. Tiga hal tersebut merupakan karakter tiga serangkai yang jarang dikaji secara terintegrasi melalui sudut pandang filsafat ilmu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kajian filsafat (Philosophical Inquiry) dan analisis konseptual (Conceptual Analysis). Data penelitian dikumpulkan dari literatur ilmiah, studi kasus kepemimpinan, dan praktik organisasi yang relevan. Analisis dilakukan dengan menelaah keterkaitan ontologi, epistemologi, dan aksiologi terhadap perilaku kepemimpinan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemimpin yang berakar pada filsafat ilmu mampu membuat keputusan yang kritis, berkomitmen, dan humanis, sehingga menciptakan budaya organisasi yang etis dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan teori kepemimpinan berbasis nilai serta panduan praktis bagi pemimpin masa depan. Kata kunci: Filsafat Ilmu, Kepemimpinan, Karakter Pemimpin, Etika, Humanisme
Copyrights © 2026