Kemampuan menulis surat lamaran pekerjaan merupakan keterampilan penting yang harus dikuasai siswa sekolah menengah atas karena berkaitan dengan kesiapan memasuki dunia kerja dan penggunaan ragam bahasa formal. Namun, dalam praktik pembelajaran masih ditemukan berbagai kesulitan yang dialami siswa dalam menulis surat lamaran pekerjaan secara tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan menulis surat lamaran pekerjaan siswa kelas XII SMA Negeri 2 Kulisusu serta memetakan letak kesulitan yang dialami siswa pada setiap aspek penilaian. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 92 siswa yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui tes menulis surat lamaran pekerjaan dan dianalisis berdasarkan aspek struktur surat, isi surat, dan kaidah kebahasaan. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase kemampuan siswa pada setiap aspek untuk menentukan tingkat ketuntasan individual dan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 77,17% siswa telah mencapai ketuntasan secara individual, namun kemampuan menulis surat lamaran pekerjaan belum memenuhi ketuntasan klasikal. Kesulitan siswa paling menonjol terdapat pada penyusunan alinea pembuka, penutup surat, pengembangan isi surat, serta penggunaan kaidah kebahasaan. Aspek kebahasaan menjadi kelemahan paling signifikan, terutama dalam penggunaan bahasa baku, kalimat efektif, serta ketepatan ejaan dan tanda baca. Temuan ini menunjukkan adanya ketimpangan antara ketuntasan individu dan ketuntasan klasikal serta menegaskan bahwa kemampuan berbahasa formal masih menjadi kendala utama dalam penulisan surat lamaran pekerjaan. Penelitian ini memberikan gambaran empiris mengenai distribusi kemampuan siswa dan dapat menjadi dasar dalam merancang pembelajaran menulis surat resmi yang lebih efektif dan kontekstual.
Copyrights © 2026