Kemampuan menulis teks narasi merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia karena menuntut kemampuan siswa dalam mengembangkan ide, menyusun alur cerita, serta menerapkan kaidah kebahasaan secara tepat. Namun, dalam praktik pembelajaran masih ditemukan berbagai kesulitan yang dialami siswa dalam menulis teks narasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan menulis teks narasi siswa kelas VII SMP Negeri 5 Kendari serta mengidentifikasi letak kesulitan yang dialami siswa dalam proses penulisan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 168 siswa. Data dikumpulkan melalui tes menulis teks narasi yang dianalisis berdasarkan aspek struktur teks dan aspek kebahasaan. Struktur teks narasi meliputi orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda, sedangkan aspek kebahasaan meliputi kesesuaian isi dengan judul, pemilihan diksi, penggunaan huruf kapital, serta tanda baca. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase kemampuan siswa pada setiap aspek penilaian untuk memetakan letak kesulitan menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks narasi siswa belum mencapai ketuntasan secara klasikal, dengan persentase ketuntasan sebesar 51,78% dan 48,22% siswa belum tuntas. Kesulitan siswa paling menonjol terdapat pada penyusunan resolusi dan koda, kesesuaian isi cerita dengan judul, serta penerapan kaidah kebahasaan, khususnya pemilihan diksi, penggunaan huruf kapital, dan tanda baca. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa relatif mampu memulai dan mengembangkan konflik cerita, tetapi masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan cerita secara runtut dan menggunakan bahasa tulis secara tepat. Penelitian ini memberikan gambaran empiris mengenai letak kesulitan siswa dalam menulis teks narasi yang dapat menjadi dasar dalam merancang pembelajaran menulis yang lebih efektif dan berorientasi pada penguatan struktur teks serta kaidah kebahasaan.
Copyrights © 2026