Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar melalui pengenalan konsep bioteknologi konvensional, khususnya peran fermentasi asam laktat dalam proses pembuatan tempe. Seringkali, pembuatan tempe hanya dipahami sebatas peragian jamur (Rhizopus sp.), padahal tahapan fermentasi asam laktat saat perendaman kedelai memegang peranan vital dalam menciptakan kondisi asam untuk menghambat bakteri patogen. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SD Negeri 016 Tarakan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Project Based Learning (PBL) yang meliputi sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan tempe. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat keberhasilan produk sebesar 83%, di mana 5 dari 6 sampel tempe berhasil terfermentasi dengan baik. Kegagalan terjadi pada satu sampel di kelompok dengan anggota terbanyak (9 siswa), yang dianalisis akibat faktor kontaminasi dan kurangnya sterilitas. Meski demikian, pemahaman siswa dinilai sangat baik dengan rata-rata nilai Lembar Kerja Peserta Didik mencapai 88,5. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berbasis praktik efektif untuk menanamkan pemahaman konsep ilmiah dan melatih sikap ilmiah siswa dalam memecahkan masalah.
Copyrights © 2026