Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-Modul berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan kearifan lokal untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital peserta didik SMA. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan model 4D (define, design, development, disseminate) melalui analisis kebutuhan, perancangan produk, validasi ahli, revisi, serta uji coba lapangan. Validasi dilakukan oleh enam validator dan dianalisis menggunakan Aiken's V. Hasil validasi menunjukkan E-Modul memperoleh 0,92 (92%) dengan kategori sangat valid, Modul Ajar 0,94 (94%), instrumen berpikir kritis 0,93 (93%), dan instrumen literasi digital 0,94 (94%). Kepraktisan diuji pada uji coba terbatas yang melibatkan 25 peserta didik melalui observasi keterlaksanaan, respon pendidik, dan respon peserta didik. Keterlaksanaan pembelajaran mencapai rata-rata 0,92 (92%) kategori terlaksana sangat baik; respon pendidik 0,93 (93%) dan respon peserta didik 0,87 (87%) keduanya berkategori sangat praktis. Keefektifan diuji pada uji coba skala luas dengan 50 peserta didik (28 kelas eksperimen dan 30 kelas kontrol). Analisis N-gain menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen 0,636 dan kontrol 0,035, sedangkan literasi digital pada kelas eksperimen 0,606 dan kontrol 0,038. Uji t mandiri menghasilkan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas. Dengan demikian, produk dinyatakan sangat valid, praktis, dan efektif.
Copyrights © 2026