Jamasan Tombak Kyai Manggolo Murti dan Songsong Makutha Dewa dilaksanakan di perbukitan Suroloyo. Tradisi ini mengandung banyak aspek yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran sejarah seperti: identitas kubudayaan dan hubungan simbolik masyarakat dengan leluhur. Oleh karena itu urgensi dari penelitian ini adalah upaya mengungkap nilai-nilai yang pada jamasan Tombak Kyai Manggolo Murti dan Songsong Makutha Dewa sebagai sumber pembelajaran sejarah. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi upacara jamasan Tombak Kyai Manggolo Murti dan Songsong Makutha Dewa di Perbukitan Suroloyo sebagai media pembelajaran sejarah, serta menjelaskan strategi pemanfaatannya dalam pembelajaran sejarah. Pertanyaan penelitian: bagaimana memanfaatkan kegiatan upacara jamasan Tombak Kyai Manggolo Murti dan Songsong Makutha Dewa di Perbukitan Suroloyo sebagai media pembelajaran sejarah dan mengaplikasikannya dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara, observasi lapangan dan dokumentasi. Hasilnya, Prosesi jamasan menampilkan ritual penyucian pusaka. Prosesi jamasan memiliki nilai royong, penghormatan terhadap leluhur, serta kesadaran identitas budaya. Dengan strategi yang tepat, tradisi jamasan pusaka di perbukitan suroloyo dapat digunakan sebagai media pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran sejarah dan Proyek Penguatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Salah satu strategi pemanfaatannya dalam pembelajaran sejarah adalah penggunaan metode studi kasus. Melalui penerapan metode studi kasus, siswa dapat menganalisis makna historis, sosial, dan budaya dari upacara jamasan di perbukitan suroloyo. Siswa juga dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan reflektif. Dengan demikian, dalam konteks pembelajaran sejarah upacara jamasan pusaka di Suroloyo berfungsi sebagai media pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila serta memperkuat kesadaran sejarah peserta didik.
Copyrights © 2025