Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

IPTEKS BAGI MASYARAKAT MANAJEMEN DESA WISATA KALIBUNTUNG Ratnaningtyas, Yohana Ari
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractAdministrators at Kalibuntung Touristy Village feel that their ability and knowledge in management and tourism are very limited, therefore, it is necessary to conduct a workshop to enhance the quality of the administratos. After the participant obtained the material from the workshop, it is hoped that their skill and knowledge about management and marketing are improved. The method employed was initiated by a program socialization to create a communication as well as to help enhance the participants’ skill about the importance of the management system in developing touristy village. Administrators along with team identify and study the problems, the potencies and chances which then arranged in a plan and implemented as workshops aiming to improve the ability of the participants in comprehending the issues of management and tourism in enhancing the touristy village and to give practical experience in accordance with the latest development. Workshops materials’ are namely Management Workshop, Tourism Marketing Workshop, and Blog Management Workshop. Monitoring and evaluation are conducted to monitor all workshops, both the process of implementation and the expected results so they could be well elaborated as stated in the initial objective. The result showed that there is an improvement in the quality of the administrators in management and tourism as well as there is a blog or Facebook of the touristy village to open the market of the touristy village much better. Workshops are finalized by handing over some donations such as brochures, costumes for gamelan players (pengrawit) and sound system, witnessed by administrators of the touristy village, coordinator of gamelan players and a representative from Tourism Office Bantul.  Keywords: improvement of ability, management, touristy village AbstrakPengurus di Desa Wisata Kalibuntung merasa kemampuan dan pengetahuan di bidang manajemen dan pariwisata masih sangat terbatas, oleh karena itu dipandang perlu untuk melakukan pelatihan guna peningkatan kualitas pengurus. Setelah peserta mendapatkan materi pelatihan, diharapkan terjadi peningkatan kemampuan dan pengetahuan pengurus desa wisata dalam hal manajemen dan pemasaran. Metode yang dipakai didahului dengan sosialisasi program untuk menciptakan komunikasi serta membantu meningkatkan pemahaman pengurus tentang pentingnya manajemen dalam pengembangan desa wisata. Pengurus desa wisata bersama dengan tim mengidentifikasi dan mengkaji masalah, potensi serta peluang kemudian disusun rencana kegiatan berupa program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami masalah manajemen dan pariwisata bagi pengembangan desa wisata dan memberikan pengalaman praktis sesuai dengan perkembangan terkini. Materi yang diberikan adalah Pelatihan Manajemen, Pelatihan Pemasaran Pariwisata dan Pelatihan Pengelolaan Blog. Monitoring dan evaluasi diadakan untuk memantau kegiatan ini, baik proses pelaksanaan maupun hasil yang dicapai agar sesuai dengan tujuan semula. Hasil yang diperoleh terjadi peningkatan kualitas pengurus dibidang manajemen dan pariwisata serta tersedianya blog/facebook desa wisata sehingga diharapkan dapat mengelola dan memasarkan desa wisata dengan lebih baik. Pelatihan diakhiri dengan penyerahan bantuan berupa brosur, kostum seragam pengrawit dan sound system disaksikan pengurus desa wisata, ketua kelompok pengrawit dan perwakilan dari Dinas Pariwisata Bantul. Kata kunci : peningkatan kemampuan, manajemen, desa wisata
TECHNOLOGY AND ARTS SCIENCE FOR SOCIETY (IbM) THE MANAGEMENT OF JIPANGAN TOURISM VILLAGE Yohana Ari Ratnaningtyas
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.566 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i1.2328

Abstract

Ability and skill of the administrator in managing the Jipangan touristy village were deemed very limited,therefore a workshop in enhancing the quality is needed. Thus, the expected target is the enhancement ofthe ability and the knowledge of the administrator in Jipangan touristy village in the field of managementand tourism. The methods employed were program socialization to promote communication and to helpincrease the understanding of the administrators about the importance of developing the ability in managinga touristy village. Together with the team, they identified and studied the problem, the potencies, andchances which then arranged in a plan and implemented as workshops aiming to improve the ability of theparticipants in comprehending the issues of management and tourism in enhancing the touristy village andto give practical experience in accordance with the latest development. The materials given wereManagement Workshop, Performing Arts and Tourism Workshop. Monitoring and evaluation wereconducted to monitor all workshops, both the process of implementation and the expected results so theycould be well elaborated as stated in the initial objective. The result showed that the administrators got anew perspective and knowledge about how to run a touristy village well so it could develop. In the end ofthe workshop some donations were handed over, such as costumes for jathilan, brochures, and companyprofile witnessed by the administrators, representatives from Tourism Office Bantul, and local residents.
IbM MANAJEMEN DESA WISATA JIPANGAN Ratnaningtyas, Yohana Ari
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.717 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4150

Abstract

Sasaran kegiatan ini adalah pengelola desa wisata dan ketua-ketua kelompok yang terkait serta masyarakat sekitar. Setelah peserta mendapatkan materi pelatihan, diharapkan terjadi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan demikiantarget yang diharapkan dapat tercapai, yakni:1) meningkatnya kemampuan dan pengetahuan pengelola desa wisata dalam hal manajemen dan pemasaran 2) tersedianya brosur dan company profile sebagai sarana promosi yang berisi informasi tentang produk Desa Wisata Jipangan. Metode yang akan dipakai dalam pencapaian tersebut didahului dengan sosialisasi program untuk menciptakan komunikasi serta membantu meningkatkan pemahaman pengelola tentang pentingnya program pengembangan desa wisata. Dalam proses ini pengelola desa wisata bersama-sama dengan tim pengusul mengidentifikasi dan mengkaji permasalahan, potensi serta peluangnya.Setelah teridentifikasi disusun rencana kegiatan yang konkrit dan realistis dalam bentuk program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami masalah-masalah yang menjadi kendala bagi pengembangan desa wisata dan memberikan pengalaman praktis sesuai dengan perkembangan terkini. Materi yang akan diberikan adalah Seni Pertunjukan, Manajemen Seni, Pelatihan Pariwisata dan Pelatihan Pemasaran. Kemudian diadakan monitoring dan evaluasi yang merupakan suatu proses penilaian, pengkajian dan pemantauan kegiatan ini, baik proses pelaksanaan maupun hasil dan dampaknya yang dilakukan agar sesuai dengan tujuan semula.
IPTEKS BAGI MASYARAKAT MANAJEMEN DESA WISATA KALIBUNTUNG Ratnaningtyas, Yohana Ari
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v4i2.2272

Abstract

AbstractAdministrators at Kalibuntung Touristy Village feel that their ability and knowledge in management and tourism are very limited, therefore, it is necessary to conduct a workshop to enhance the quality of the administratos. After the participant obtained the material from the workshop, it is hoped that their skill and knowledge about management and marketing are improved. The method employed was initiated by a program socialization to create a communication as well as to help enhance the participants’ skill about the importance of the management system in developing touristy village. Administrators along with team identify and study the problems, the potencies and chances which then arranged in a plan and implemented as workshops aiming to improve the ability of the participants in comprehending the issues of management and tourism in enhancing the touristy village and to give practical experience in accordance with the latest development. Workshops materials’ are namely Management Workshop, Tourism Marketing Workshop, and Blog Management Workshop. Monitoring and evaluation are conducted to monitor all workshops, both the process of implementation and the expected results so they could be well elaborated as stated in the initial objective. The result showed that there is an improvement in the quality of the administrators in management and tourism as well as there is a blog or Facebook of the touristy village to open the market of the touristy village much better. Workshops are finalized by handing over some donations such as brochures, costumes for gamelan players (pengrawit) and sound system, witnessed by administrators of the touristy village, coordinator of gamelan players and a representative from Tourism Office Bantul.  Keywords: improvement of ability, management, touristy village AbstrakPengurus di Desa Wisata Kalibuntung merasa kemampuan dan pengetahuan di bidang manajemen dan pariwisata masih sangat terbatas, oleh karena itu dipandang perlu untuk melakukan pelatihan guna peningkatan kualitas pengurus. Setelah peserta mendapatkan materi pelatihan, diharapkan terjadi peningkatan kemampuan dan pengetahuan pengurus desa wisata dalam hal manajemen dan pemasaran. Metode yang dipakai didahului dengan sosialisasi program untuk menciptakan komunikasi serta membantu meningkatkan pemahaman pengurus tentang pentingnya manajemen dalam pengembangan desa wisata. Pengurus desa wisata bersama dengan tim mengidentifikasi dan mengkaji masalah, potensi serta peluang kemudian disusun rencana kegiatan berupa program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami masalah manajemen dan pariwisata bagi pengembangan desa wisata dan memberikan pengalaman praktis sesuai dengan perkembangan terkini. Materi yang diberikan adalah Pelatihan Manajemen, Pelatihan Pemasaran Pariwisata dan Pelatihan Pengelolaan Blog. Monitoring dan evaluasi diadakan untuk memantau kegiatan ini, baik proses pelaksanaan maupun hasil yang dicapai agar sesuai dengan tujuan semula. Hasil yang diperoleh terjadi peningkatan kualitas pengurus dibidang manajemen dan pariwisata serta tersedianya blog/facebook desa wisata sehingga diharapkan dapat mengelola dan memasarkan desa wisata dengan lebih baik. Pelatihan diakhiri dengan penyerahan bantuan berupa brosur, kostum seragam pengrawit dan sound system disaksikan pengurus desa wisata, ketua kelompok pengrawit dan perwakilan dari Dinas Pariwisata Bantul. Kata kunci : peningkatan kemampuan, manajemen, desa wisata
Community Efforts of Tutup Ngisor in Maintaining Art and Cultural Traditions Yohana Ari Ratnaningtyas
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of the study is to find out the cause of traditional art in the sub-village of Tutup Ngisor which still survive until now. Qualitative descriptive research is used to reveal data comprehensively in the field. Techniques of data collection are conducted by holding observations of various artistic activities that exist, semi-structured interviews with figures and leader of the arts community as well as studying some literature and previous studies. The results show that interpreting the tradition and change in art is addressed with wisdom, has become a strong foundation for the people of Tutup Ngisor sub-village in maintaining its traditions, maintaining the local values and being wise in facing of outside influences. This research is expected to provide a solution to the possibility of reviving an extinct local tradition and keeping the tradition alive well. Therefore it is necessary to have a good and clear management system in order to anticipate the development of the era so that the art community can continue to grow and develop.Keywords: art community, traditional art that can survive.
The Role of Art Conservation in Preserving the Cultural Value of Seven Busts in the Plaza of the Faculty of Fine Arts, ISI Yogyakarta Ratnaningtyas, Yohana Ari; Purwanto, Tambak Sihno
ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Anthropology, Faculty of Social and Political Sciences, Hasanuddin University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/etnosia.v9i2.40230

Abstract

The seven busts in the plaza of the Faculty of Fine Arts ISI Yogyakarta are monuments honoring the contributions of the predecessors. The seven statues hold significant cultural value within the ISI Yogyakarta community and its surroundings. However, the condition of the seven statues is currently concerning because their existence is threatened by various destructive agents. If they do not receive immediate conservation treatment, it is feared that physical damage will affect the decline in the cultural value of the statues. This research aims to explore the role of art conservation in preserving the cultural value of seven busts in the Plaza of the Faculty of Fine Arts at ISI Yogyakarta. This study focuses on the seven busts in the Plaza of the Faculty of Fine Arts at ISI Yogyakarta, with considerations of relevance, cultural significance, and accessibility as the basis for object selection. Qualitative research methods were used to understand the role of art conservation in preserving the cultural value of the seven busts, with data collection through structured interviews, field observations, and literature studies. Data analysis was conducted systematically to uncover findings related to the cultural significance and the meaning of art conservation of the research objects. The results of the observation show that the physical damage occurring not only threatens the visual beauty of the statue but also has the potential to diminish the symbolic meaning possessed by each statue. The findings of this research highlight the importance of immediate conservation actions to preserve the physical form of the statues. Conservation is not only necessary to maintain the physical condition but also to preserve the cultural significance contained in the seven busts. Based on the findings of this research, strategic steps are needed regarding the preservation of the seven busts.
IbM MANAJEMEN DESA WISATA JIPANGAN Ratnaningtyas, Yohana Ari
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.717 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4150

Abstract

Sasaran kegiatan ini adalah pengelola desa wisata dan ketua-ketua kelompok yang terkait serta masyarakat sekitar. Setelah peserta mendapatkan materi pelatihan, diharapkan terjadi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan demikiantarget yang diharapkan dapat tercapai, yakni:1) meningkatnya kemampuan dan pengetahuan pengelola desa wisata dalam hal manajemen dan pemasaran 2) tersedianya brosur dan company profile sebagai sarana promosi yang berisi informasi tentang produk Desa Wisata Jipangan. Metode yang akan dipakai dalam pencapaian tersebut didahului dengan sosialisasi program untuk menciptakan komunikasi serta membantu meningkatkan pemahaman pengelola tentang pentingnya program pengembangan desa wisata. Dalam proses ini pengelola desa wisata bersama-sama dengan tim pengusul mengidentifikasi dan mengkaji permasalahan, potensi serta peluangnya.Setelah teridentifikasi disusun rencana kegiatan yang konkrit dan realistis dalam bentuk program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami masalah-masalah yang menjadi kendala bagi pengembangan desa wisata dan memberikan pengalaman praktis sesuai dengan perkembangan terkini. Materi yang akan diberikan adalah Seni Pertunjukan, Manajemen Seni, Pelatihan Pariwisata dan Pelatihan Pemasaran. Kemudian diadakan monitoring dan evaluasi yang merupakan suatu proses penilaian, pengkajian dan pemantauan kegiatan ini, baik proses pelaksanaan maupun hasil dan dampaknya yang dilakukan agar sesuai dengan tujuan semula.
Metal Conservation Method in The Infinity Statue by Dunadi Ratnaningtyas, Yohana Ari; Purwanto, Tambak Sihno; R, Luna Chantiaya; T, Geminisya Aldeana
Journal of Urban Society's Arts Vol 11, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jousa.v11i1.11224

Abstract

The Infinity Sculpture by Dunadi is a media representation of the idea of the eternal function of bicycles over time. The infinity statue is primarily made of ferrous metal, so it has the potential for damage in the form of patina and rust, especially when exposed to direct sunlight, rainwater, oxygen, and other substances that accelerate corrosion growth. The current condition of the infinity statue by Dunadi could be better because most of the paint has peeled off, and rust has grown on the entire surface of the metal that is not covered with paint. This article discusses the application of modern metal conservation methods to Dunadi’s Infinity Sculpture. This study’s contemporary metal conservation method compares several synthetic chemicals to clean rust on metal and then apply it to Dunadi’s Infinity Statue. The synthetic chemicals used are some of the rust-cleaning agents available. Synthetic chemicals are available because they are easy to obtain and relatively safe. We tested Several brands of rust cleaners available on the market on metal objects similar to the material for making infinity statues. As a result, the most effective rust- cleaning chemicals contain hydrochloric acid. Patung Infinity karya Dunadi merupakan representasi media dari gagasan tentang fungsi abadi sepeda dari waktu ke waktu. Patung infinity utamanya terbuat dari logam besi, sehingga berpotensi mengalami kerusakan berupa patina dan karat, terutama jika terkena sinar matahari langsung, air hujan, oksigen, dan zat lain yang mempercepat pertumbuhan korosi. Kondisi patung infinity karya Dunadi saat ini bisa lebih baik karena sebagian besar catnya sudah terkelupas, dan karat sudah tumbuh di seluruh permukaan logam yang tidak dilapisi cat. Artikel ini membahas penerapan metode konservasi logam modern pada Patung Infinity karya Dunadi. Metode konservasi logam kontemporer dalam penelitian ini membandingkan beberapa bahan kimia sintetis untuk membersihkan karat pada logam lalu mengaplikasikannya pada Patung Infinity karya Dunadi. Bahan kimia sintetis yang digunakan merupakan beberapa bahan pembersih karat yang tersedia. Bahan kimia sintetis tersedia karena mudah diperoleh dan relatif aman. Kami menguji beberapa merek pembersih karat yang tersedia di pasaran pada benda logam yang mirip dengan bahan untuk membuat patung infinity. Hasilnya, bahan kimia pembersih karat yang paling efektif mengandung asam klorida.
PENGGUNAAN BAHAN ALAMI DALAM UPACARA JAMASAN PUSAKA DI PUNCAK SUROLOYO, KULON PROGO Purwanto, Tambak Sihno; Ratnaningtyas, Yohana Ari
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.8858

Abstract

ABSTRACT The jamasan ceremony is a Javanese cultural practice that persists. In practice, the jamasan ceremony is associated with the use of materials sourced from the surrounding environment. However, scientific studies specifically addressing the use of natural materials in the jamasan ceremony remain very limited, particularly those examining the types of materials, their contents, and application procedures. This study aims to explore the use of natural materials in the jamasan of the Kyai Manggolo Murti and Songsong Makutha Dewa at Puncak Suroloyo, Kulon Progo. The study employed a qualitative case study approach. The research stages include a preliminary survey (pre-survey), data collection, data analysis, and report preparation. Data were collected through participatory observation, interviews with caregivers and community members involved in the ritual, and documentation of the jamasan ceremony. The research was conducted at the jamasan location, namely Padukuhan Keceme, Garbosari, Samigaluh, Kulon Progo, DIY, on June 26–27, 2025. Data analysis was conducted descriptively and qualitatively through data reduction, data presentation, and concluding. The results of the study showed that the natural materials used in the jamasan of heirlooms include kawul bamboo rope (Gigantochloa apus), lime (Citrus aurantiifolia), noni fruit (Morinda citrifolia L.), green coconut water (Cocos nucifera var. viridis), and Sendang Kawidodaren water sprinkled with kantil, jasmine, rose, and cananga flowers. Each material has a specific function determined by its natural chemical composition. The application is carried out in accordance with the condition of the heirloom. The conclusion of this study is that the use of natural materials in jamasan at Puncak Suroloyo constitutes part of a spiritual ritual and represents traditional conservation practices. ABSTRAK Upacara jamasan pusaka merupakan salah satu praktik budaya Jawa yang masih bertahan hingga saat ini. Secara praktis, jamasan pusaka identik dengan penggunaan bahan-bahan yang berasal dari lingkungan sekitar. Namun, kajian ilmiah yang secara khusus membahas penggunaan bahan alami dalam upacara jamasan pusaka masih sangat terbatas. Terutama pengkajian tentang jenis bahan, kandungan, dan tata cara pengaplikasiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan bahan alami dalam upacara jamasan pusaka Tombak Kyai Manggolo Murti dan Songsong Makutha Dewa di Puncak Suroloyo, Kulon Progo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Tahapan penelitian meliputi studi pendahuluan (pra-survei), pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan laporan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara dengan juru kunci dan masyarakat yang terlibat dalam ritual, serta dokumentasi pelaksanaan upacara jamasan. Penelitian dilakukan di lokasi jamasan yaitu Padukuhan Keceme, Garbosari, Samigaluh, Kulon Progo, DIY pada 26–27 Juni 2025. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan alami yang digunakan dalam jamasan pusaka meliputi kawul bambu tali (Gigantochloa apus), jeruk nipis (Citrus aurantiifolia), buah mengkudu (Morinda citrifolia L.), air kelapa hijau (Cocos nucifera var. viridis), serta air Sendang Kawidodaren yang ditaburi bunga kantil, melati, mawar, dan kenanga. Setiap bahan memiliki fungsi spesifik berdasarkan kandungan kimia alaminya. Pengaplikasiannya dilakukan sesuai kondisi bilah pusaka. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan bahan alami dalam jamasan pusaka di Puncak Suroloyo berfungsi sebagai bagian dari ritual spiritual dan representasi praktik konservasi tradisional.
Community Efforts of Tutup Ngisor in Maintaining Art and Cultural Traditions Ratnaningtyas, Yohana Ari
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2018.006.03.03

Abstract

The objective of the study is to find out the cause of traditional art in the sub-village of Tutup Ngisor which still survive until now. Qualitative descriptive research is used to reveal data comprehensively in the field. Techniques of data collection are conducted by holding observations of various artistic activities that exist, semi-structured interviews with figures and leader of the arts community as well as studying some literature and previous studies. The results show that interpreting the tradition and change in art is addressed with wisdom, has become a strong foundation for the people of Tutup Ngisor sub-village in maintaining its traditions, maintaining the local values and being wise in facing of outside influences. This research is expected to provide a solution to the possibility of reviving an extinct local tradition and keeping the tradition alive well. Therefore it is necessary to have a good and clear management system in order to anticipate the development of the era so that the art community can continue to grow and develop.Keywords: art community, traditional art that can survive.