Penelitian ini menganalisis produksi bunyi ujaran Bahasa Indonesia pada anak penderita stunting usia 8–12 tahun di Desa Simbolon Purba, Samosir, melalui kajian psikolinguistik. Stunting yang disebabkan kekurangan gizi berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, dan kemampuan fonologis anak. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pemerolehan bunyi vokal–konsonan serta menghubungkan usia kronologis dengan tahap perkembangan bahasa berdasarkan teori Piaget. Dengan metode kualitatif melalui teknik simak, sadap, dokumentasi, dan catat pada enam siswa stunting, analisis menggunakan teori perubahan bunyi ujaran Blumstein dan teori perkembangan kognitif Piaget. Hasil penelitian menunjukkan adanya penyimpangan fonologis berupa omisi, substitusi, adisi, dan metatesis, yang menandakan anak belum menguasai seluruh fonem Bahasa Indonesia. Secara kognitif-linguistik, kemampuan berbahasa mereka berada pada tahap perkembangan yang lebih rendah dibanding usia kronologisnya. Penelitian ini menegaskan pengaruh signifikan stunting terhadap produksi bunyi ujaran dan keterlambatan perkembangan bahasa, serta pentingnya pencegahan dini dan stimulasi bahasa berkelanjutan
Copyrights © 2026