Penurunan minat dan partisipasi remaja terhadap seni tari tradisional menjadi tantangan dalam upaya pelestarian budaya lokal di Indonesia. Perubahan sosial yang dipengaruhi oleh globalisasi dan modernisasi diduga berkontribusi terhadap melemahnya keterlibatan generasi muda dalam aktivitas seni tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis faktor sosial dan budaya yang memengaruhi rendahnya minat serta partisipasi remaja pada seni tari tradisional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode systematic literature review terhadap artikel ilmiah nasional yang terbit pada rentang tahun 2024–2026. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi dengan tahapan reduksi, kategorisasi, dan sintesis temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial seperti globalisasi, modernisasi, minimnya dukungan keluarga, terbatasnya peran pemerintah, serta kurangnya fasilitas pelestarian menjadi pemicu dominan rendahnya partisipasi. Faktor budaya berupa pergeseran nilai, melemahnya internalisasi identitas lokal, dan perubahan persepsi terhadap relevansi seni tradisional turut memperkuat kecenderungan tersebut. Disimpulkan bahwa rendahnya partisipasi remaja merupakan hasil interaksi antara faktor sosial sebagai pemicu struktural dan faktor budaya sebagai pembentuk orientasi nilai. Oleh karena itu, strategi pelestarian perlu mempertimbangkan penguatan dukungan sosial sekaligus revitalisasi makna budaya agar partisipasi remaja dapat meningkat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026