Soka Sa’o merupakan salah satu nyanyian adat yang dinyanyikan dalam ritual Ka Sa’o di Desa Bowaru. Nyanyian ini dibawakan secara berkelompok dengan menggunakan syair berbahasa adat yang bersifat sakral dan mengandung makna simbolis. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah 1). Apa makna simbolis yang terkandung dalam lirik nyanyian Soka Sa’o pada proses ritual Ka Sa’o di Desa Bowaru Kecamatan Jerebuu Kabupaten Ngada. 2). Bagaimana struktur nyanyian Soka Sa’o yang digunakan dalam proses ritual Ka Sa’o di Desa Bowaru Kecamatan Jerebuu Kabupaten Ngada. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mendeskripsikan makna simbolis yang terkandung dalam nyanyian Soka Sa’o serta 2). Menganalisis struktur nyanyian Soka Sa’o dalam ritual Ka Sa’o. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna simbolis nyanyian Soka Sa’o tercermin melalui syairsyair adat seperti guru waja, bheto waja, pitu peka watu lau, leke peka li’e wutu, tenga, sadho wolo, lobo reta lay lewa, dan lako yang mengandung nilai kekuatan, persatuan, keseimbangan, tanggung jawab, perlindungan, dan kesetiaan. Struktur nyanyian Soka Sa’o tersusun atas bagian pembuka, bagian inti, dan bagian penutup dengan pola sahut-menyahut antara pemimpin nyanyian (Vedha Pata) dan kelompok penyahut (Bo Doa). Pola penyajian ini mencerminkan keteraturan, kebersamaan, dan kesakralan dalam pelaksanaan ritual Ka Sa’o. Dengan demikian, nyanyian Soka Sa’o tidak hanya berfungsi sebagai bagian penting dalam ritual adat, tetapi juga sebagai sarana pelestarian tradisi lisan dan identitas budaya masyarakat Desa Bowaru.
Copyrights © 2026