Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Direksi Musik bagi Remaja KUB Santa Theresa Avilla, Paroki Santo Yoseph Penfui Kupang Molo, Benediktus; Purnamalon, Maria P.; Kaet, Margareta I.
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.5588

Abstract

Tujuan dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah 1) untuk melakukan pelatihan dirigen sekaligus regenerasi dirigen paduan suara gereja; 2) untuk menambah minat dan semangat generasi muda menjadi dirigen dan, 3) untuk mewujudkan liturgi yang kontekstual dengan memperhatikan musik liturgi, sehingga bisa membantu Perayaan Ekaristi yang lebih bermakna. Metode pelaksanaan kegiatan diawali dengan persiapan, pelaksanaan, dan pengawasn. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah remaja-remaja ini dapat mengenal berbagai jenis dan karakter birama yang lazim digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, peserta pelatihan mampu menjadi dirigen dimulai dengan lagu-lagu yang sederhana. Ketiga, peserta pelatihan dapat menjadi dirigen yang baik dalam perayaann Ekaristi di gereja.
Musikal Nusantara: Membangun Imajinasi Anak Melalui Cerita dan Musik Daerah Molo, Benediktus; Purnamalon, Maria P.; Kian, Melkior; Estervania, Jessica
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.6940

Abstract

Komunitas taman baca Post Buku di Naimata, Kupang, menghadapi tantangan dalam mengemas kegiatan literasi agar lebih menarik, karena metode yang digunakan masih bersifat konvensional. Program Musikal Nusantara hadir sebagai solusi dengan memadukan cerita rakyat, musik tradisional, dan seni interaktif untuk meningkatkan apresiasi budaya anak-anak sekaligus memperkuat kapasitas pengelola taman baca. Metode pengabdian dilakukan melalui tiga pendekatan: (1) literasi budaya berbasis multimedia dengan animasi cerita rakyat, (2) pembelajaran kreatif melalui permainan mewarnai alat musik tradisional, dan (3) interaksi musikal lewat nyanyian bersama lagu daerah. Sebanyak 25 anak dilibatkan, bersama pengelola taman baca dan fasilitator mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman anak terhadap nilai moral cerita rakyat, tumbuhnya kebanggaan terhadap musik daerah, serta meningkatnya kreativitas, motivasi, dan rasa percaya diri mereka. Selain itu, pengelola taman baca memperoleh keterampilan awal dalam storytelling dan seni pertunjukan berbasis budaya lokal. Simpulan menunjukkan bahwa pendekatan multisensorik dan interaktif lebih efektif dibandingkan metode konvensional. Program ini penting karena tidak hanya menumbuhkan kecintaan anak pada warisan budaya Nusantara, tetapi juga memperkuat keberlanjutan literasi berbasis budaya lokal melalui model pembelajaran kreatif yang relevan dengan generasi masa kini.
Penerapan Model Flipped Clasroom untuk Meningkatkan Pemahaman Teori Musik Siswa Kelas XII SMA Negeri 9 Kupang Roy, Faustiano Peterson; Purnamalon, Maria P.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan model pembelajaran terbalik dalam upaya meningkatkan pemahaman teori musik pada siswa XII MIA 2 di Sekolah Menengah Atas Negeri Sembilan Kupang. Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kemampuan siswa dalam memahami konsep dasar teori musik meskipun proses pembelajaran telah dilakukan secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran terbalik dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif dan bermakna. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi kegiatan belajar dan penilaian hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model tersebut mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman konsep, dan mendorong kemandirian belajar. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa model pembelajaran terbalik dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman teori musik pada siswa.
Analisis Makna dan Struktur Nyanyian Soka Sa’o Pada Proses Ritual Ka Sa’o di Desa Bowaru Kecamatan Jerebuu Kabupaten Ngada Radho, Alexander; Kojaing, Katharina; Purnamalon, Maria P.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37145

Abstract

Soka Sa’o merupakan salah satu nyanyian adat yang dinyanyikan dalam ritual Ka Sa’o di Desa Bowaru. Nyanyian ini dibawakan secara berkelompok dengan menggunakan syair berbahasa adat yang bersifat sakral dan mengandung makna simbolis. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah 1). Apa makna simbolis yang terkandung dalam lirik nyanyian Soka Sa’o pada proses ritual Ka Sa’o di Desa Bowaru Kecamatan Jerebuu Kabupaten Ngada. 2). Bagaimana struktur nyanyian Soka Sa’o yang digunakan dalam proses ritual Ka Sa’o di Desa Bowaru Kecamatan Jerebuu Kabupaten Ngada. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mendeskripsikan makna simbolis yang terkandung dalam nyanyian Soka Sa’o serta 2). Menganalisis struktur nyanyian Soka Sa’o dalam ritual Ka Sa’o. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna simbolis nyanyian Soka Sa’o tercermin melalui syairsyair adat seperti guru waja, bheto waja, pitu peka watu lau, leke peka li’e wutu, tenga, sadho wolo, lobo reta lay lewa, dan lako yang mengandung nilai kekuatan, persatuan, keseimbangan, tanggung jawab, perlindungan, dan kesetiaan. Struktur nyanyian Soka Sa’o tersusun atas bagian pembuka, bagian inti, dan bagian penutup dengan pola sahut-menyahut antara pemimpin nyanyian (Vedha Pata) dan kelompok penyahut (Bo Doa). Pola penyajian ini mencerminkan keteraturan, kebersamaan, dan kesakralan dalam pelaksanaan ritual Ka Sa’o. Dengan demikian, nyanyian Soka Sa’o tidak hanya berfungsi sebagai bagian penting dalam ritual adat, tetapi juga sebagai sarana pelestarian tradisi lisan dan identitas budaya masyarakat Desa Bowaru.