Penelitian ini mengevaluasi Program Penguatan Akademik Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Belitang Oku Timur menggunakan model evaluasi Context, Input, Process, dan Product yang dikembangkan oleh Daniel L. Stufflebeam. Masalah utama mencakup kesenjangan belajar pasca-pandemi, keterbatasan infrastruktur pedesaan, serta rendahnya prestasi siswa dalam Kurikulum Merdeka. Tujuan penelitian meliputi penilaian konteks kebijakan lokal, input sumber daya, proses implementasi, dan produk capaian siswa untuk rekomendasi perbaikan. Metode kualitatif deskriptif diterapkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumen dari subjek purposif seperti siswa, guru, orang tua, dan pengelola sekolah. Analisis data mengikuti prosedur Miles dan Huberman dengan triangulasi untuk keabsahan. Hasil menunjukkan konteks selaras kebijakan nasional meski tantangan lokal; input memadai dengan anggaran lima puluh juta rupiah tahunan, tapi fasilitas terbatas; proses terstruktur via sesi rutin dan supervisi; produk meningkatkan prestasi siswa serta penerimaan perguruan tinggi negeri. Kesimpulan menyatakan program efektif tingkatkan motivasi kompetensi, tetapi butuh optimalisasi infrastruktur dan pelatihan guru. Rekomendasi meliputi peningkatan anggaran, sosialisasi orang tua.
Copyrights © 2026