Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan frekuensi kesalahan kohesi dan koherensi dalam teks eksplanasi yang ditulis oleh siswa kelas XI SMA Santo Petrus Medan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan munculnya kesalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data penelitian berupa 90 teks eksplanasi siswa yang dikumpulkan melalui tugas menulis terstruktur. Analisis dilakukan melalui tahap identifikasi, klasifikasi, reduksi, dan interpretasi kesalahan berdasarkan teori kohesi dan koherensi wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 56 kesalahan, yang terdiri atas 38 kesalahan kohesi (67,86%) dan 18 kesalahan koherensi (32,14%). Kesalahan kohesi paling dominan terdapat pada penggunaan konjungsi kausal dan temporal yang tidak tepat, penggunaan referensi pronominal yang ambigu, serta repetisi leksikal yang berlebihan. Sementara itu, kesalahan koherensi terutama berkaitan dengan hubungan sebab-akibat yang tidak logis dan urutan proses yang tidak sistematis. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam membangun keterpaduan wacana pada tingkat mikro maupun makro. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya pembelajaran menulis yang lebih eksplisit dalam melatih penggunaan perangkat kohesi, pengorganisasian gagasan secara logis, serta kegiatan revisi berbasis analisis kesalahan. Penguatan budaya literasi juga diperlukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun teks yang padu, runtut, dan komunikatif.
Copyrights © 2026