Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sagu Sungai Tohor, Kabupaten Kepulauan Meranti, yang dikenal sebagai salah satu sentra industri sagu terbesar di Riau. Aktivitas pengolahan sagu menghasilkan limbah kulit batang sagu dalam jumlah besar, yang memiliki potensi tinggi untuk dikonversi menjadi briket arang bernilai ekonomi. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas briket arang kulit batang sagu agar memenuhi standar komoditas ekspor serta memperkuat pemasaran produk melalui pendekatan teknologi dan manajemen usaha. Pendampingan mencakup: pelatihan proses karbonisasi dan pembriketan kulit batang sagu, peningkatan mutu produk sesuai standar SNI dan kebutuhan pasar ekspor, serta pelatihan strategi pemasaran digital dan jaringan distribusi. Sebelum kegiatan, produksi briket dilakukan secara konvensional dan belum memenuhi standar kualitas internasional. Melalui program ini, UMKM lokal difasilitasi untuk meningkatkan kapasitas teknis, kualitas produk, serta kompetensi pemasaran sehingga briket arang sagu berpotensi menjadi komoditas ekspor unggulan daerah dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dari bulan Agustus hingga akhir November 2025.. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan arang kulit batang sagu menjadi biopelet sebagai bahan bakar dirumah tangga atau skala lebih besar di skala industri pengganti bahan bakar di boiler . Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menjadi sumber pendapatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat disamping dapat mengatasi permasalahan dari limbah kulit batang sagu yang mencemari lingkungan
Copyrights © 2026