Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru memiliki literasi digital yang memadai untuk merancang pembelajaran adaptif dan memanfaatkan teknologi secara pedagogis. Namun, literasi digital guru di Indonesia masih menunjukkan variasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan faktor-faktor yang memengaruhi literasi digital guru dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka melalui pendekatan scoping review. Kajian ini mengacu pada pedoman PRISMA Extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR) dengan penelusuran literatur pada basis data Google Scholar, Garuda, dan SINTA terhadap artikel jurnal ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2021-2025. Sebanyak 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi literasi digital guru dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama, yaitu faktor individu, faktor organisasi sekolah, dan faktor sistem pendidikan. Faktor individu meliputi pengalaman profesional, kompetensi digital, dan aspek psikologis guru. Faktor organisasi berkaitan dengan kepemimpinan sekolah, pengelolaan pengembangan profesional, serta dukungan sarana. Faktor sistem mencakup kebijakan Kurikulum Merdeka, ekosistem digital nasional, desain pelatihan guru, dan ketimpangan infrastruktur. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi digital guru memerlukan pendekatan sistemik lintas level agar implementasi Kurikulum Merdeka berjalan efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026