Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan dalam sistem transaksi ekonomi, termasuk pada usaha mikro seperti warung tradisional. Digitalisasi pembayaran menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi transaksi serta memberikan kemudahan bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi warung tradisional menjadi warung digital melalui penerapan sistem pembayaran berbasis QR Payment pada Warung Bu Mur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi warung digital dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pengenalan teknologi pembayaran digital kepada pemilik warung, pendaftaran QRIS melalui penyedia layanan pembayaran digital, pemasangan kode QR di area kasir, serta edukasi kepada pelanggan mengenai penggunaan QR Payment. Implementasi sistem pembayaran digital memberikan berbagai manfaat seperti kemudahan dan kecepatan transaksi, peningkatan kepuasan pelanggan, serta pencatatan transaksi yang lebih tertata. Namun demikian, penerapan sistem pembayaran digital juga menghadapi beberapa kendala seperti keterbatasan literasi digital pelaku usaha, kebiasaan sebagian pelanggan yang masih menggunakan uang tunai, serta ketergantungan pada jaringan internet. Transformasi digital ini menunjukkan bahwa warung tradisional dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan meningkatkan daya saing usaha.
Copyrights © 2026