Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengamatan terhadap kondisi fisik atlet sepak bola SMAN 2 Rokan IV Koto yang dinilai masih kurang maksimal, metode latihan yang cenderung monoton, serta keterbatasan sarana prasarana yang menghambat pencapaian prestasi yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat daya tahan aerobik maksimal (VO2Max) dan daya tahan anaerobik pada atlet tersebut. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa ekstrakurikuler sepak bola SMAN 2 Rokan IV Koto yang berjumlah 15 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur daya tahan aerobik adalah Multi Fitness Test (MFT), sedangkan untuk daya tahan anaerobik menggunakan Running Anaerobic Sprint Test (RAST). Teknik analisis data menggunakan perhitungan rata-rata (mean), standar deviasi, dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan variasi data fisik atlet dengan rentang berat badan antara 49 kg hingga 71 kg. Berdasarkan hasil tes lapangan, diperoleh data daya tahan aerobik (MFT) dengan nilai tertinggi sebesar 30.5 dan terendah 25.5. Sementara itu, pada tes daya tahan anaerobik (sprint 35 meter), waktu tempuh tercepat adalah 5.9 detik dan terlambat adalah 7.0 detik. Data ini memberikan gambaran konkret mengenai profil kondisi fisik atlet sebagai bahan evaluasi bagi pelatih dalam menyusun program latihan yang lebih sistematis dan terukur di masa mendatang.
Copyrights © 2026