Indonesian Journal of Midwifery (IJM)
Vol. 9 No. 1 (2026): Maret 2026

Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Hipertensi pada Ibu Hamil di TPMB “LM” Tahun 2024-2025: The Association of Body Mass Index (BMI) with Hypertension in Pregnant Women in TPMB “LM” during 2024-2025 Period

Nyoman Gita Laksmi Maharani (Unknown)
Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini (Unknown)
Putu Irma Pratiwi (Unknown)
Luh Mertasari (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Mar 2026

Abstract

Hypertensive disorders during pregnancy remain one of the leading obstetric complications contributing significantly to the high Maternal Mortality Rate (MMR). Maternal nutritional status, commonly assessed using Body Mass Index (BMI) measurement, has been recognized as a significant risk factor for the development of hypertension during pregnancy. Monitoring BMI from early pregnancy constitutes an essential component of antenatal care to support early detection and prevention of hypertensive disorders in pregnancy. This research aimed to determine the association between BMI and the incidence of hypertension among pregnant women. A quantitative descriptive study with cross-sectional design was conducted using secondary data obtained from medical records and maternal registers at the Independent Midwife Practice “LM” during the 2024-2025 period. This study sample consisted of 188 pregnant women selected through a total sampling technique based on predefined inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using univariate and bivariate approaches with the Chi-Square test at a significant level of ≤0,05. The findings indicated that the majority of respondents had a normal BMI (52,1%) and did not experience hypertension (66,5%). Statistical analysis indicated a significant association between BMI and the incidence of hypertension in pregnancy, with p-value of 0,000 (p≤0,05). A higher proportion of hypertension was observed among pregnant women classified as overweight and obese BMI compared to those with underweight or normal BMI. Therefore, optimizing BMI monitoring and nutritional status management from early pregnancy is necessary as part of preventive efforts against hypertension in pregnant women.   Abstrak Gangguan hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu komplikasi obstetri yang berkontribusi terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Status gizi ibu hamil yang dinilai melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) diketahui berperan besar sebagai faktor risiko terjadinya hipertensi pada ibu hamil. Pemantauan IMT sejak awal kehamilan menjadi komponen penting dalam pelayanan antenatal untuk mendukung upaya deteksi dini dan pencegahan hipertensi dalam kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis dan buku register ibu hamil di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) “LM” tahun 2024-2025. Sampel penelitian berjumlah 188 ibu hamil yang ditentukan melalui teknik total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan secara univariat dan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi ≤0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki IMT normal (52,1) dan tidak mengalami hipertensi (66,5%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara IMT dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil dengan p-value 0,000 (p≤0,05). Proporsi kejadian hipertensi lebih tinggi ditemukan pada ibu hamil dengan IMT gemuk dan obesitas dibandingkan dengan ibu hamil dengan IMT kurus atau normal. Sehingga, optimalisasi pemantauan IMT dan pengendalian status gizi sejak awal kehamilan perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan hipertensi pada ibu hamil.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ijm

Publisher

Subject

Health Professions

Description

This journal received midwifery research articles and literature reviews on the results of previous midwifery ...