Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMANFAATAN POSYANDU TERHADAP PEMBERIAN STIMULASI PERKEMBANGAN BALITA PADA MASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU DI DESA SELAT KABUPATEN BULELENG Putu Irma Pratiwi; Anjar Tri Astuti; Hesteria Friska Armynia Subratha; Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad Vol. 15 No. 1 (2022): Vol. 15 No. 1 (2022): Vol. 15 No. 1 (2022): Vol. 15, No. 1 Edisi Maret 2022
Publisher : UPT PPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.845 KB) | DOI: 10.36760/jka.v15i1.360

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) telah ditetapkan sebagai pandemi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan sebagai bencana nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 menimbulkan dampak yang luas bagi perekonomian dan kesehatan. Hal ini dapat menimbulkan resiko gangguan pelayanan kesehatan termasuk pada pelayanan kesehatan balita, yang berpotensi meningkatkan kesakitan dan kematian.Adaptasi kehidupan baru merupakan suatu kondisi dimana masyarakat dapat melakukan kegiatan berdampingan dengan COVID-19. Pelayanan posyandu pada balita terdiri dari pemantauan pertumbuhan, perkembangan, pemberian stimulasi, pemberian imunisasi dasar dan lanjutan serta kapsul vitamin A. untuk mengetahui pemanfaatan posyandu terhadap pemberian stimulasi balita dimasa adaptasi kebiasaan baru Metode:Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik Analisa data menggunakan analisis dengan Chi Square (x2) dengan tingkat kemaknaanp<0,05. Hasil: Dari hasil uji statistic menggunakan analisis Chi Square diperoleh nila P= 0,02 lebih kecil dari tingkat kemaknaan P=0,05 maka terdapat hubungan antara pemanfaatan posyandu terhadap pemberian stimulasi pada bali di masa adaptasia kebiasaan baru Kesimpulan: pemanfaatan posyandu berpengaruh terhadap pemberian stimulasi pada balita. Kata Kunci: Posyandu, Stimulasi, Balita, Adaptasi Kebiasaan Baru
Dukungan SIMS (Suami dalam Persiapan Menyusui) pada Ibu Hamil dengan dan tanpa Pengalaman Menyusui: Studi Komparatif Di Desa Wisata Panji, Buleleng Made Ririn Sri Wulandari; Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; I Nyoman Tri Sanjaya; Galih Gayatri; Kadek Julia Chandra Jyoti
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 8 No 1 (2024): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v8i1.320

Abstract

Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan pondasi utama nutrisi untuk bayi baru lahir. Meskipun ASI sangat penting dikonsumsi oleh bayi baru lahir, namun belum semua ibu memberikan ASI secara eksklusif. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui perbandingan dukungan suami dalam persiapan menyusui (breastfeeding father) pada ibu hamil yang sudah pernah menyusui dengan yang belum pernah atau gagal menyusui sebelumnya, dengan harapan dapat memberikan dasar bagi pengembangan program atau intervensi yang dapat meningkatkan praktik menyusui di masyarakat. Metedologi: Penelitian ini adalah analitik komparatif desain cross-sectional, teknik sampling non-probability sampling jenis purposive sampling. Kriteria inklusi melibatkan ibu hamil trimester II dan III, multigravida, serta ibu yang memiliki atau tidak memiliki pengalaman menyusui/sebelumnya menggunakan susu formula. Hasil: Dalam penelitian ini, dukungan suami dalam persiapan menyusui pada ibu hamil dengan pengalaman menyusui (90%). Namun, kelompok ibu hamil tanpa pengalaman menyusui cenderung kurang mendapat dukungan suami (90%). Analisis komparasi antar dua kelompok menggunakan Mann Whitney didapatkan p-value 0,000 yaitu terdapat perbedaan signifikan pada kedua kelompok. Kesimpulan: Dukungan suami berperan penting dalam persiapan menyusui, terutama pada ibu hamil. Perawat perlu mengembangkan intervensi yang melibatkan suami dalam persiapan menyusui untuk meningkatkan dukungan dan persiapan menyusui sejak masa kehamilan.
PENGARUH MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL MENGENAI MASSASE EFFLEURAGE UNTUK MENGURANGI NYERI PERSALINAN DI PUSKESMAS SUKASADA I Pratiwi, Putu Irma; Anjar Tri Astuti; Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; Made Rini Sri Wulandari; Kadek Veronika Ambarani
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v15i2.289

Abstract

Sebagian besar wanita mengalami rasa sakit selama persalinan dan setelah melahirkan. Nyeri persalinan yang tidak diatasi menimbulkan dampak negative seperti stress dan ketakutan. Kebutuhan pengetahuan ibu hamil mengenai manajemen nyeri persalinan yang efektif sangatlah penting. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh media video terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai massage effleurage di Puskesmas Sukasada I. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dan dengan rancangan one group pretest- posttest design. Teknik analisa data menggunakan Wilcoxon Sign Ranked Test. Hasil dari penelitian ini adalah Tingkat pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan intervensi sebagian besar berada pada kategori pengetahuan kurang (63,33%). Setelah diberikan intervensi berupa media video tingkat pengetahuan ibu hamil berada pada kategori baik (80%). Sehingga ada pengaruh penyuluhan dengan menggunakan media video terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil tentang massage effleurage untuk mengurangi nyeri persalinan dengan nilai p 0,000 <0,05. Saran agar penelitian selanjutnya dapat menilai keterampilan dari pendamping ibu bersalin setelah diberikan video tentang massage effleurage sehingga lebih mengoptimalkan pengurangan rasa nyeri secara non farmakologis.
Optimalisasi Peran Kader Posyandu Dalam Pemeriksanaan Triple Eliminasi Pada Ibu Hamil Komang Sulyastini; Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; Made Rinin Sri Wulandari; Putu Irma Pratiwi; Sumiati; Putu Diah Prasetiani
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i2.70254

Abstract

Kader Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung program kesehatan ibu hamil, termasuk deteksi dini dan pencegahan tiga infeksi utama yang berisiko bagi ibu dan bayi, yaitu HIV, sifilis, dan hepatitis B (Triple Eliminasi). Namun, berdasarkan pengamatan awal, peran kader dalam kegiatan ini masih belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi peran kader Posyandu dalam pelaksanaan pemeriksaan Triple Eliminasi pada ibu hamil. Jenis dan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mixed methods). Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah kader posyandu sejumlah 15 orang. Metode yang digunakan adalah metode observasi partisipatif dan eksperimen lapangan. dimulai dari persiapan, pelatihan dan pengabdian. Pada saat pelatihan diberikan pretes dan postes untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader. Selanjutnya dilaksanakan pendampingan secara langsung untuk memastikan efektifitas dari kegiatan palatihan yang diberikan evaluasi dilaksanakan dengan pemberian kuisioner pretes dan postes. Hasil dari kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan kader dengan rata-rata peningkatan 30 poin. Pada kegiatan pendampingan kader telah mampu melakukan edukasi kepada ibu hamil terkait pemeriksaan tripel eliminasi. Disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader terkait pemeriksaan triple eliminasi pad ibu hamil. Implikasi penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang pentingnya pemberdayaan kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Optimalisasi Kader dalam Pencegahan Anemia Remaja Putri untuk Mencegah Stunting di Desa Selat Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; Putu Irma Pratiwi; Ni Luh Kadek Alit Arsani; Made Anggita Abdi Jayanti; Kadek Bunga Harry Pratiwi
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia, characterized by low hemoglobin (Hb) levels, is a significant health concern, particularly among adolescent girls experiencing menstruation. Reports indicate that the prevalence of anemia in adolescent girls reaches 37.2%,, primarily caused by nutritional deficiencies and blood loss during menstruation. The government has introduced several programs to address anemia, such as iron supplementation (tablet tambah darah or TTD) and balanced nutrition education. However, many adolescent girls do not adhere to TTD consumption recommendations due to factors such as taste and side effects. This study aims to enhance the knowledge of posyandu cadres on anemia prevention and management through systematic training. The community service activities included training 20 cadres from each village cluster in Desa Selat, focusing on the causes, symptoms, and prevention of anemia. The results demonstrated a significant increase in the cadres’ knowledge after the training. Prior to the training, most cadres exhibited limited knowledge, but post-training assessments revealed a substantial improvement, with a majority achieving good knowledge levels. Continued mentoring ensured that cadres could effectively disseminate accurate information to adolescent girls in posyandu settings. This initiative not only enhanced cadres’ knowledge but also boosted their confidence in communicating with adolescents about anemia prevention. Thus, the role of posyandu cadres as educators and motivators is pivotal in combating anemia and preventing stunting among adolescent girls. The optimization of posyandu cadres through education and mentoring is an effective strategy for improving adolescent health and reducing stunting prevalence in the future.   Abstrak Anemia, yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) yang rendah, menjadi masalah kesehatan serius, terutama pada remaja putri yang mengalami menstruasi. Berdasarkan laporan, prevalensi anemia di kalangan remaja putri mencapai 37,2%, dengan penyebab utama termasuk defisiensi gizi dan kehilangan darah saat menstruasi.Pemerintah telah meluncurkan beberapa program untuk menangani anemia, seperti suplementasi tablet tambah darah (TTD) dan edukasi gizi seimbang. Namun, masih banyak remaja putri yang tidak mematuhi anjuran konsumsi TTD karena berbagai alasan, termasuk rasa dan efek samping. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu mengenai pencegahan dan penanggulangan anemia melalui pelatihan yang sistematis. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini mencakup pelatihan kader posyandu yang melibatkan 20 orang perwakilan dari setiap dusun di Desa Selat. Pelatihan ini mencakup materi tentang anemia, penyebabnya, serta cara pencegahannya. Hasil dari kegiatan pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan kader tentang anemia setelah mengikuti sesi edukasi. Sebelum pelatihan, sebagian besar kader memiliki pengetahuan yang kurang baik; setelah pelatihan, jumlah kader dengan pengetahuan baik meningkat drastis.Pendampingan lanjutan dilakukan untuk memastikan kader mampu menyampaikan informasi dengan tepat kepada remaja putri di posyandu. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan kader tetapi juga memberikan kepercayaan diri dalam berkomunikasi dengan remaja mengenai pentingnya pencegahan anemia. Dengan demikian, peran kader posyandu sebagai educator dan motivator sangat penting dalam upaya penanggulangan anemia dan pencegahan stunting di kalangan remaja putri.Kesimpulannya, optimalisasi peran kader posyandu melalui pendidikan dan pendampingan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menangani masalah anemia. Ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesehatan remaja putri dan mencegah stunting di masa depan.  
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Hipertensi pada Ibu Hamil di TPMB “LM” Tahun 2024-2025: The Association of Body Mass Index (BMI) with Hypertension in Pregnant Women in TPMB “LM” during 2024-2025 Period Nyoman Gita Laksmi Maharani; Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; Putu Irma Pratiwi; Luh Mertasari
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 9 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v9i1.4958

Abstract

Hypertensive disorders during pregnancy remain one of the leading obstetric complications contributing significantly to the high Maternal Mortality Rate (MMR). Maternal nutritional status, commonly assessed using Body Mass Index (BMI) measurement, has been recognized as a significant risk factor for the development of hypertension during pregnancy. Monitoring BMI from early pregnancy constitutes an essential component of antenatal care to support early detection and prevention of hypertensive disorders in pregnancy. This research aimed to determine the association between BMI and the incidence of hypertension among pregnant women. A quantitative descriptive study with cross-sectional design was conducted using secondary data obtained from medical records and maternal registers at the Independent Midwife Practice “LM” during the 2024-2025 period. This study sample consisted of 188 pregnant women selected through a total sampling technique based on predefined inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using univariate and bivariate approaches with the Chi-Square test at a significant level of ≤0,05. The findings indicated that the majority of respondents had a normal BMI (52,1%) and did not experience hypertension (66,5%). Statistical analysis indicated a significant association between BMI and the incidence of hypertension in pregnancy, with p-value of 0,000 (p≤0,05). A higher proportion of hypertension was observed among pregnant women classified as overweight and obese BMI compared to those with underweight or normal BMI. Therefore, optimizing BMI monitoring and nutritional status management from early pregnancy is necessary as part of preventive efforts against hypertension in pregnant women.   Abstrak Gangguan hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu komplikasi obstetri yang berkontribusi terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Status gizi ibu hamil yang dinilai melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) diketahui berperan besar sebagai faktor risiko terjadinya hipertensi pada ibu hamil. Pemantauan IMT sejak awal kehamilan menjadi komponen penting dalam pelayanan antenatal untuk mendukung upaya deteksi dini dan pencegahan hipertensi dalam kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis dan buku register ibu hamil di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) “LM” tahun 2024-2025. Sampel penelitian berjumlah 188 ibu hamil yang ditentukan melalui teknik total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan secara univariat dan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi ≤0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki IMT normal (52,1) dan tidak mengalami hipertensi (66,5%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara IMT dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil dengan p-value 0,000 (p≤0,05). Proporsi kejadian hipertensi lebih tinggi ditemukan pada ibu hamil dengan IMT gemuk dan obesitas dibandingkan dengan ibu hamil dengan IMT kurus atau normal. Sehingga, optimalisasi pemantauan IMT dan pengendalian status gizi sejak awal kehamilan perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan hipertensi pada ibu hamil.