Pengembangan perilaku prososial anak usia dini merupakan aspek penting dalam membentuk kemampuan sosial anak sejak masa keemasan. Namun, hasil observasi awal di beberapa Taman Kanak-kanak menunjukkan bahwa perilaku prososial anak, seperti empati, kerja sama, berbagi, dan kepedulian terhadap teman, belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran digitalisasi warisan budaya melalui media video animasi permainan tradisional dalam menumbuhkan sikap prososial anak di Taman Kanak-kanak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian meliputi 10 orang anak kelompok B dan 3 orang guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video animasi permainan tradisional mampu menarik perhatian anak, meningkatkan keterlibatan dalam pembelajaran, serta menstimulasi munculnya perilaku prososial seperti empati, kerja sama, berbagi, dan tolong-menolong. Media ini juga dinilai guru sebagai sarana yang efektif untuk mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan pembelajaran yang sesuai perkembangan anak usia dini.
Copyrights © 2026