Budaya keselamatan pasien merupakan salah satu indikator penting dari mutu pelayanan Rumah Sakit. Kepemimpinan transformasional, motivasi, dan perilaku caring perawat diduga sangat berperan dalam meningkatkan pelaksanaan budaya keselamatan pasien.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Responden adalah perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Bogor yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan regresi berganda untuk menguji atau mengetahui seberapa besar pengaruh parsial maupun simultan.Secara parsial, kepemimpinan transformasional, motivasi, dan perilaku caring tidak berpengaruh signifikan terhadap budaya keselamatan pasien. Namun, secara simultan ketiga variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pelaksanaan budaya keselamatan pasien. Hasil ini menunjukkan bahwa budaya keselamatan pasien lebih dipengaruhi oleh sinergi antar faktor kepemimpinan, motivasi, dan perilaku caring dibandingkan pengaruh masing-masing faktor secara terpisahPenguatan budaya keselamatan pasien di rumah sakit perlu dilakukan secara komprehensif dengan memperkuat kepemimpinan transformasional, meningkatkan motivasi , serta mengembangkan perilaku caring perawat sebagai strategi terpadu.
Copyrights © 2026