AbstrakTujuan penelitian ini untuk menganalisis fitur bahasa yang terdapat dalam dua puisi karya Joko Pinurbo dengan judul, "Doa Orang Sibuk yang 24 Jam Sehari Berkantor di Ponselnya" dan "Kepada Uang". Esensi dalam memahami gaya bahasa sebagai aspek utama yang mencerminkan nilai keindahan dan emosional dalam karya sastra merupakan latar belakang dari penelitian ini. Tujuan analisis ini untuk mengidentifikasi dan menafsirkan penggunaan gaya bahasa dalam puisi-puisi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan stilistika, dimana peneliti dapat menemukan unsur gaya bahasa yang lebih dominan dengan cara menganalisis teks. Teknik pengumpulan data dengan cara membaca, mencatat, mengklasifikasi, dan menginterpretasi isi puisi. Hasil analisis menunjukkan bahwa majas yang digunakan meliputi personifikasi, metafora, simbolisme, ironi, simile, hiperbola, dan apostrof. Puisi pertama menjelaskan hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan melalui metafora komunikasi, sedangkan puisi kedua menggambarkan hubungan manusia dengan uang melalui simbolisme kehidupan sehari-hari. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa bahasa figuratif Joko Pinurbo mengindikasikan keunikan dan kedalaman makna, menjadikan karyanya relevan dalam pembelajaran sastra sebagai bahan apresiasi seni dan refleksi sosial. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap puisi Indonesia serta memperkaya pengetahuan tentang pembelajaran sastra di kancah akademik.Kata Kunci: Joko Pinurbo, puisi, gaya bahasa, stilistika. AbstractThe aim of this study is to analyze the language features contained in two poems by Joko Pinurbo. The essence of understanding language style as the main aspect that reflects the beauty and emotional values in literary works is the background of this research. The aim of this analysis is to identify and interpret the use of language styles in these poems. This study uses a qualitative descriptive method through a stylistic approach, where researchers can find elements of language style that are more dominant by analyzing the text. Data collection techniques by reading, recording, classifying, and interpreting the contents of the poem. The results of the analysis show that the figures of speech used include personification, metaphor, symbolism, irony, simile, hyperbole, and apostrophe. The first poem explains the vertical relationship between humans and God through the metaphor of communication, while the second poem describes the relationship between humans and money through the symbolism of everyday life. The conclusion of this study confirms that Joko Pinurbo's figurative language indicates uniqueness and depth of meaning, making his work relevant in literary learning as a material for art appreciation and social reflection. This study is expected to increase appreciation of Indonesian poetry and enrich knowledge about literary learning in the academic arena.Keywords: Joko Pinurbo, poetry, style, stylistics.
Copyrights © 2026