Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Mie Panjang Umur: Simbol Kearifan Lokal Masyarakat Singkawang (Kajian Etnografi) Azizah, Nur; Kholik, Kholik; Rizal, Moh. Ahsan Shohifur
Kode : Jurnal Bahasa Vol 13, No 3 (2024): Kode: Edisi September 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i3.63696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolis mie panjang umur bagi masyarakat Singkawang dan bagaimana tradisi memakannya merepresentasikan kearifan lokal mereka. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengetahui fungsi tradisi sebagai bentuk pemertahanan budaya dan mengetahui makna simbolis dari mie panjang umur. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak libat cakap, wawancara, dokumentasi serta catatan. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa kajian etnografi mempelajari bagaimana simbol kearifan lokal masyarakat Singkawang memiliki nilai-nilai budaya dan tradisi yang diwariskan turun-temurun. Sedangkan mie panjang umur merupakan hidangan dengan makna budaya yang mendalam bagi masyarakat Tionghoa. Pada hasil wawancara juga terdapat makna yang memiliki nilai-nilai filosofis diantaranya makna sosial, budaya dan kepercayaan.
KETEPATAN FONETIS DAN GANGGUAN WICARA PADA ANAK PRASEKOLAH DI PAUD ARJUNA Kholik, Kholik
JURALIANSI: Jurnal Lingkup Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2023): JURALIASI (JURNAL LINGKUP ANAK USIA DINI)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/juraliansipiaud.v4i1.975

Abstract

This study aims to describe how the phonological accuracy of preschoolers at Arjuna Early Childhood Education. This research is a descriptive research. The data source used is preschool children at Arjuna Paud. Data collection techniques use recording, observing, and note-taking techniques. The data analysis technique used is descriptive analysis technique by means of analyzing. Describe and conclude which phonemes experience inaccuracies and phonemes that experience phoneme deletion or change.The results of this study indicate that the phonological inaccuracies that occur when children speak or speak are in the alveolar apico phoneme sounds /r/, and bilabial sounds /b/, /m/, /w/ and /p/, /s/ , /t/, /d/. in the child's language there is also deletion and phoneme changes such as the word /ballon/ disappears into /alon/, while the phoneme changes occur in the word /jambu/ to /hambu/. The impact of this phonological inaccuracy resulted in a change in the meaning of the word according to the KBBI dictionary. As in o word /panda/ becomes /anda/, the word panda means an animal that resembles a bear with a distinctive black color on the eyes, ears, arms and legs. Meanwhile, your word means a greeting for the person you are talking to.
Nilai Karakter Sastra Lisan Karomah Kiai Tombu dan Relevansinya Terhadap Pembelajaran Sastra A'la, Istiqomatul; Rizal, Moh. Ahsan Shohifur; Kholik, Kholik
Cakrawala Indonesia Vol 8 No 2 (2023): Nopember-April
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v8i2.1089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganlisis nilai karakter dalam sastra lisan Karomah Kiai Tombu dan merelevasikannya dalam pembelajaran sastra di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan proses observasi, wawancara, perekaman, pencatatan, transkip dan transliterasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik pengkajian dokumen, dengan cara mencatat isi penting dalam dokumen dan mengkaji makna tersirat dalam dokumen dengan teliti dan kritis. Hasil dari penelitian ini adalah nilai karakter yang ada 18 nilai, nilai-nilai tersebut ada beberapa yang terdapat dalam sastra lisan karomah Kiai Tombu yaitu: nilai pendidikan karakter religius, tanggung jawab, toleransi, demokrasi, kreatif dan kerja keras. Keenam nilai pendidikan karakter tersebut direlevansikan dalam pembelajaran Sastra baik dalam proses pembelajaran, pengembangan bahan ajar dan konversi karya sastra. Peneliti merelevansikan dalam pembelajaran sastra kelas x materi hikayat kd 3.2 mengidentifikasi nilai-nilai dan karakteristik teks hikayat. Dalam penerapannya peneliti membuat modul ajar yang diadaptasi dengan pendidikan guna membangun dan membentuk karakter peserta didik terutama nilai karakter yang terkandung dalam sastra lisan karomah Kiai Tombu.
Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal: Kajian Etno Kritis Faizi, Ahmad; Dzarna, Dzarna; Kholik, Kholik
Cakrawala Indonesia Vol 8 No 2 (2023): Nopember-April
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v8i2.1229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap berbagai kearifan lokal yang mewarnai pembelajaran di sekolah. Selain itu penelitian in juga mengungkap bagaimana kearifan lokal digunakan di dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian Etno Kritis. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Data-data yang terkumpul dikelompokkan sesuai dengan fokus penelitian dan direduksi sesuai kebuhan analisis. Metode analisis yang digunakan adalah metode maju bertahap sesuai dengan teori pembelajaran responsif budaya. Temuannya, ada tiga jenis kearifan lokal yang digunakan di dalam pembelajaran, yaitu: bhâsa camporan, Abhâsa, rarèngghȃn, dan lalongèt. Evektivitas pembelajaran dapat dicapai dengan pemanfaatan kearifan lokal karena peserta didik lebih senang, merasa merdeka, dan merasa dihargai.
ANALISIS TINDAK TUTUR KESANTUNAN PEDAGANG DAN PEMBELI DI PASAR GOTONG ROYONG PROBOLINGGO Kholik, Kholik
JURNAL PUSAKA : Media Kajian dan Pemikiran Islam Vol. 4 No. 2 (2017): Edisi 8
Publisher : LPPI Universitas Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/ps.v4i2.83

Abstract

In the speech acts of traders and buyers in the market, there is the principle of politeness. In the buying and selling activities both parties try to be polite to the speech partners. With the politeness of the merchants and the buyers, they expect a sale and purchase of merchandise. The problem of this study is: how is the maximized description of wisdom, generosity, appreciation, simplicity, consensus, and the conclusions of merchants and buyers in Gotong Royong Market of Probolinggo? It is a qualitative descriptive analysis of pieces of speech that contains the principles of politeness taken from traders and buyers. The instrument validity uses data recording devices and data cards. The result of this study states that the speech acts of merchants and buyers in the market Gotong Royong Probolinggo sufficiently pay attention to the principle of politeness. This is evident from the process of analysis of the six maxims of politeness. Both the traders and the buyers in the market pay attention to these maxims to establish a good relationship between them in order to make a pleasant sale and purchase transactions without any gaps and misunderstandings. Keywords: Speech acts, Politeness, Merchants, Buyers
Kajian Roland Barthes Terhadap Makna Dalam Video Klip BTS “Yet to Come” Salsabila, Jihan; Kholik, Kholik
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20834

Abstract

This research aims to uncover the layers of meaning contained in the music video "Yet to Come" by the South Korean group BTS through the perspective of Roland Barthes' semiotics. The music video, as a multimodal text, conveys messages not only through the song's lyrics but also through visual elements, symbols, gestures, and cinematic narratives. Utilizing Barthes' theoretical framework, which includes denotation, connotation, and myth, this study explores how various signs in the music video interact and produce more complex meanings for the audience. Employing a descriptive qualitative method, the research aims to identify and interpret the significance of visual elements and how these elements construct a system of signs that conveys specific cultural messages and ideologies. This study contributes to the fields of popular culture, media studies, and the application of semiotic theory in the context of global phenomena. The goal of this research is to provide a deeper understanding of how meaning is constructed in global popular culture products such as K-pop music videos, as well as to demonstrate how Roland Barthes' semiotic theory can serve as a relevant analytical tool in unraveling the complexities of meaning in multimodal texts.
PROPOSISI KATA SERAPAN ARAB-INDONESIA DALAM KAIDAH SHOROF TSULASI MUJARROD Chomariyah, Siti; Kholik, Kholik; Rizal, Mohammad Ahsan Shohifur
Jurnal Pembelajaran Sastra Vol 4 No 02 (2022): Jurnal Pembelajaran Sastra
Publisher : Hiski Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51543/hiskimalang.v4i02.105

Abstract

Metode penelitian merupakan penelitian kualitatif yang berfokus pada studi pustaka. Sumber data berupa buku senarai kata serapan, yang kemudian dikalkulasikan dan dipilah berdasarkan unsur tertentu dalam teknik pengumpulan data. Kata serapan dalam buku tersebut dipilah ke dalam kaidah tsulasi mujarad, sehingga dalam pengumpulan data peneliti juga mengorelasikan kata-kata serapan tersebut dengan KBBI sebagai rujukan padanan kata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata serapan bahasa Arab mengalami perubahan dalam proses penyerapannya; dari 114 data kata serapan, terdapat 104 kata dalam jenis serapan, 2 data tergolong serapan padu, dan 8 data tergolong serapan sulih. Adanya perbedaan kaidah pembentukan kata dalam bahasa Arab dengan bahasa Indonesia menyebabkan perubahan kategori kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia, yakni perubahan kategori nomina menjadi verba (صَوْمٌ, مَكْتُوب) dan nomina menjadi adjektiva (مَغْرُورٌ). Hal ini dilihat melalui dua bidang, yaitu morfologi dan semantik, dengan mengkaji bentuk, tatanan gramatika, dan proses pembentukannya. Afiks pada kata serapan, ditinjau dari makna bahasa sumbernya, memiliki tiga jenis: prefiks, sufiks, dan konfiks. Terdapat 52 prefiks (meN-, ber-, dan ter-), 17 sufiks (-an, -kan, dan -i), serta 17 konfiks (meN-kan, meN-i, me-i, me-kan, dan ke-an).
Pembelajaran Pementasan Teater dengan Metode Role Playing Berbasis Project Learning Bagi Mahasiswa Tbi IAI Al-Qolam Zuhri, Syaifudin; Kholik, Kholik
Jurnal Pembelajaran Sastra Vol 3 No 02 (2021): Jurnal Pembelajaran Sastra
Publisher : Hiski Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51543/hiskimalang.v3i02.52

Abstract

One of the competencies that must be possessed by students of the Indonesian Language Education Study Program, especially at IAI Al-Qolam, is that students are able to perform theater performances. The curriculum of the Indonesian Language and Literature Education study program also requires students to take Theater Performance courses in the fifth semester. The competency will be mastered by students if they are able to performe based on project learning using the role playing method. Project learning will provide a real stage experience, they will be able to apply various theories related to theater that were previously taken in the Literary Studies course. The role playing method helps students become skillful in a theater performance. The capability of acting is a very important factor, because a character in a theater will have a better performance if the character is able to live up to every role he gets after casting. The role playing method is an effort to improve theater playing skills for students of the Indonesian Language Education Study Program at IAI Al-Qolam, which is expected to be an effective and fun learning method, so that students are motivated to play theater well.
Analisi Gaya Bahasa dan Teknik Public Speaking Komika Indonesia Indra Frimawan Taufiq Ali; Kholik, Kholik; Syaifudin Zuhri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4648

Abstract

komedi yang digunakan oleh komika Indonesia, Indra Frimawan. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi fitur bahasa dan strategi komedi yang digunakan Frimawan untuk mengikat dan menghibur audiensnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, menggunakan analisis wacana untuk mengkaji stand-up comedy indra Frimawan dan mengidentifikasi elemen bahasa dan komedi yang berkontribusi pada efek komedi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa Frimawan dipersonalisasi oleh penggunaan bahasa sehari-hari dan permainan kata, yang menciptakan rasa familiaritas dan informalitas dengan audiensnya. Stand-up indra Frimawan juga menggunakan berbagai teknik komedi, seperti permainan kata dan cerita yang ter struktur untuk menciptakan humor dan menekankan poin-poinnya.Temuan penelitian ini memiliki implikasi untuk pengembangan keterampilan pembicaraan publik di Indonesia, menekankan pentingnya menggunakan bahasa sehari-hari dan teknik komedi untuk mengikat dan menghibur audiens. Penelitian ini juga memberikan kontribusi pada pemahaman peran bahasa dan komedi dalam pembicaraan publik, memberikan insiden tentang strategi yang digunakan oleh pembicara publik efektif untuk menghubungkan dengan audiens.
Analisis Folklor Menguatnya Gigi dan Sembuhnya Gigi Setelah Memakan Kelapa Bekas Bantengan Muhammad Farhan; Kholik, Kholik; Syaifudin Zuhri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5188

Abstract

Penelitian ini berfokus pada eksistensi adanya kepercayaan masyarakat terhadap mengguatnya gigi atau sembuhnya gigi setelah memakan kelapa bekas bantengan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menguak kembali adanya kepercayaan itu di masyarakat, khususnya masyarakat Desa Ganjaran. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengamati dan menganalisis berbagai cerita masyarakat dari mulut ke mulut tentang adanya kepercayaan menguatnya gigi atau sembuhnya gigi setelah memakan kelapa bekas bantengan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya desas-desus akan kepercayaan mengenai sembuhnya gigi dan menguatnya gigi setelah memakan kelapa bekas bantengan itu bukan isapan jempol belaka, melainkan merupakan kepercayaan yang nyata adanya dan bahkan dilestarikan oleh masyarakat setempat. Temuan ini memberikan wawasan baru dalam studi sastra dan budaya bagi para pemerhati sastra dan budaya.