Kekerasan seksual pada remaja masih menjadi permasalahan serius yang berdampak pada aspek fisik, psikologis, dan sosial, terutama di lingkungan sekolah dengan keterbatasan akses informasi, edukasi, dan pengawasan. Kondisi tersebut meningkatkan kerentanan siswa terhadap kekerasan seksual sehingga diperlukan edukasi perlindungan diri yang menarik, partisipatif, dan kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan keterampilan perlindungan diri remaja melalui edukasi pencegahan kekerasan seksual pada siswa SMP Negeri 8 Muara Tami, Kota Jayapura. Kegiatan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif dengan desain one-group pre-test dan post-test. Kegiatan melibatkan 46 siswa kelas VII melalui penyuluhan interaktif, pemutaran video edukasi, diskusi partisipatif, simulasi perlindungan diri, serta pembentukan duta remaja sebagai pionir pencegahan kekerasan seksual di sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan siswa dari 65,5% pada pre-test menjadi 82% pada post-test atau meningkat sebesar 16,5%. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat edukasi perlindungan diri remaja serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.
Copyrights © 2026